Berikut ini modal-modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis naskah skenario film ;
1. Kreatif : Dengan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi maka Anda dapat membuat sebuah judul dan skenario film dengan mudah. Kreatif juga bisa dipelajari dan dilatih.
2. Imajinasi yang tinggi : Imajinasi merupakan salah satu modal yang paling penting untuk dimiliki oleh penulis skenario. Imajinasi memiliki peran yang sangat penting bagi seorang penulis skenario, karena dengan memiliki daya imajinasi yang tinggi membuat kualitas dari seorang penulis skenario menjadi bermutu dan berkualitas.
3. Pengetahuan tentang sastra dan dunia perfilman : Pengetahuan tentang sastra juga sangat mendukung kegiatan dari seorang penulis skenario dalam membuat sebuah skenario film.
4. Relasi : Seorang penulis skenario juga membutuhkan relasi yang banyak dan bisa diandalkan. Apabila Anda memiliki banyak relasi dari dunia infotainment dan entertainment, maka peluang untuk sukses dalam bisnis ini sangatlah terbuka.
Teknik Marketing dan Promosi ;
Teknik Marketing dan Promosi yang bisa dilakukan untuk menjual naskah skenario yang telah dibuat adalah :
1. Direct Marketing. Dengan adanya pendekatan Marketing dan Promosi. Naskah skenario Anda langsung kepada produser.
2. Kirimkan naskah film langsung kepada pemilik Production House.
3. Anda bisa membuat promosi dengan cara mengikuti berbagai kegiatan dan lomba mengarang yang disediakan oleh berbagai perusahaan.
Hal-hal yang perlu diketahui tentang bisnis penulis skenario.
1. Pemilihan karyawan atau asisten penulis skenario harus dilakukan seleksi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kandidat asisten penulis yang tidak menguasai materi.
2. Perlu sifat sabar dan pantang menyerah dalam menulis cerita sinetron atau film karena belum tentu hasil karya akan dipakai.
3. Perbanyak aktivitas jejaring sosial, terutama di facebook. Anda bisa dengan mudah berkenalan dengan para aktris dan produser jika beruntung Anda bisa meminta saran dan bantuan dalam menulis skenario.
4. Dalam mengirimkan sebuah skenario sebaiknya Anda hanya mengirimkan dalam bentuk softcopy dan tidak semua naskah yang Anda tulis dikirimkan. Hal ini demi kebaikan Anda sendiri karena dengan demikian tidak semua berkas asli terkirimkan sehingga apabila terjadi suatu kesamaan yang hampir sama antara skenario sinetron dengan skenario yang ada di tangan Anda maka Anda bisa meminta penjelasan dari produser atau rumah produksi film atau sinetron tersebut.
5. Dalam penulisan sebuah skenario sebaiknya menggunakan gaya bahasanya sendiri. Pemakaian gaya bahasa sendiri dimaksudkan untuk membuat setiap karya yang dihasilkan dapat dengan mudah dikenali.
6. Proses pembuatan skenario biasanya menuntut konsentrasi yang sangat tinggi dari penulis skenario, hal ini bisa dilakukan dengan cara penulis bisa menulis di tempat yang sepi sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan tenang. Biasanya penulis memiliki lokasi favorit saat menulis skenario seperti villa, pegunungan, pedesaan, atau di dekat danau.
Tips-tips untuk menjadi seorang penulis skenario yang profesional adalah sebagai berikut.
1. Dalam menulis skenario usahakan selalu dapat menyelesaikan naskah skenario tepat waktu. Langkah ini dilakukan untuk menghindari terjadinya complain dari berbagai pihak seperti production house, artis, produser, dari berbagai pihak yang terkait dengan adanya pembuatan film tersebut. Complain terjadi karena adanya jadwal pembuatan film yang mundur dari rencana awal sehingga membuat berbagai pihak merasa dirugikan.
2. Topik/judul sebaiknya menghindari materi SARA sehingga tidak menimbulkan gejolak di dalam masyarakat yang bisa berakibat terjadinya pemboikotan dari unsur masyarakat. Apabila setelah selesai dibuat film dan telah dilakukan tayangan perdana film tersebut, ternyata mendapatkan kritik dan ancaman pemboikotan tentu ini sangat merugikan pihak PH (Production House).
3. Ciptakan karya dengan originalitas ide yang murni milik Anda sendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya tuntutan dari penulis skenario naskah film maupun berbagai pihak yang merasa karyanya telah dibajak tanpa izinnya.
4. Apabila Anda atau karyawan Anda hendak menulis suatu naskah berdasarkan karya milik orang lain, sebaiknya meminta izin dulu dari pihak yang memiliki hak cipta. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tuntutan dari pihak lain.
5. Buatlah surat kontrak yang jelas antara Anda dengan karyawan Anda sehingga tidak merugikan salah satu pihak.
Jumat, 02 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar