Entah kenapa aku jadi suka menulis, semua itu bermula di saat aku memakai rok putih abu-abu. Aku memulainya dengan menulis sebuah puisi, akupun heran pada diriku sendiri, kejadiannya pada saat aku ada tugas dari guru bahasa indonesiaku untuk mencari puisi lalu membacakannya di depan teman-teman.
Semua teman-teman segera bergegas ke perpustakaan untuk mencari sebuah puisi, tidak ditentukan judul dan pengarangnya. yang terpenting disini adalah menemukan puisi dan membacakannya. Lalu, temanku semua sedang asyik mencari buku yang berisi kumpulan puisi.
Namun, entah mengapa aku tak tertarik untuk mencari layaknya seperti teman-temanku. Aku malah mencari buku yang lain. xixixixi dasar aku ini, terkadang tingkahku suka aneh. tetapi masih tetap dalam jalur koridornya (emg busway) huft, capedeh.com
Tak terasa jam pelajaran sudah habis, dan sekarang waktunya untuk pulang. (Karena bahasa indonesia pelajaran terakhir).
" puisi itu untuk tugas dirumah, dan besok langsung dibacakan." (Pesan guru bahasa indonesiaku).
Aku pulang sekolah sekitar jam 4 sore, masuknya jam 1/2 7 pagi. Sampai di rumah jam 1/2 5, akupun mandi, ganti baju, nonton tv, dan bermain bersama keponakanku, dan setelah itu aku belajar. Tak terasa sudah jam 9 malam, semua penghuni rumah sudah memejamkan mata terkecuali aku. Aku sulit memejamkan mata (kenapa aku ga ngantuk ya). Untuk mengisi keheningan malam, aku pun mengambil secarik kertas, dan menulis kata mutiara (kata yang berisi motivasi), karena aku senang menulis itu sekaligus aku memotivasi diri sendiri.
Secara tak sengaja, aku merasa ada yang mengganjal di pikiranku, apa yah ? kayaknya ada yang kurang. (kataku dalam hati). Dan aku pun langsung teringat dengan tugas bahasa indonesia.. ternyata aku belum membuat puisi. kalau aku membuat puisi sendiri bisa ga ya ? (aku ragu), tapi tak ada salahnya untuk dicoba.
Bait demi bait aku selesaikan satu persatu. Aku tak tahu persis puisi itu seperti apa, yang penting aku ingin mencoba dan aku jadikan sebagai proses belajar.
Keesokan harinya, adalah hari yang menegangkan untukku, karena aku suka canggung kalau tampil di depan kelas, wlaupun yang melihat teman-temanku. Guru bahasa indonesiaku berkata : " Ayo siapa duluan yang mau maju membacakan puisinya ? ", tak ada satu pun temanku yang berani maju. (Ternyata semua teman-temanku juga sama sepertiku, mereka merasa canggung dan tak mau maju kalau belum ada yang maju).
Daripada gak ada yang maju, akhirnya aku memberanikan diri untuk maju pertama. Teman-teman tercengang melihatku.
" Iya linda, silakan kamu bacakan puisimu " (kata guru bahasa indonesiaku sambil tersenyum simpul).
" Tapi, Bu... puisinya boleh bikin sendiri ga ? " (Tanyaku, sambil memperlihatkan puisiku).
" Iya linda, boleh sekali, malah itu bagus. Ayo coba sekarang kamu bacakan. (Kata guruku).
Aku pun membaca dengan gemetar. (www.lebay.com), tapi, itulah yang aku rasakan saat itu. puisi pertamaku judulnya ilmu, dan aku membacakannya di depan guru dan juga teman-temanku.
Setelah aku membacakannya, tak menyangka, teman-teman memberi tepuk tangan yang meriah untukku, sekaligus kata-kata yang terlontar dari bibir mungil guruku. Beliau berkata " Puisimu bagus linda, mengandung arti dan makna yang luar biasa. tingkatkan kreativitasmu, dan teruslah berkarya. " (Kata guruku).
Sebuah kata yang membuat hatiku terenyuh, menurutku puisi yang kubuat itu biasa aja, tak ada prestise tersendiri.
Aku berpikir bahwa itu hanya kebetulan saja. (Yaudahlah ga usah diambil pusing).
Seiring waktu berlalu, aku jadi sering nulis puisi, semua itu aku lakukan cuma sekadar iseng dan mengisi waktu luang, serta biar aku ga bt. sebenarnya aku ingin mendalami pengetahuan tentang menulis khususnya menulis puisi. Namun, pada saat itu aku tak ada pikiran untuk ke sana.
Suatu ketika, liburan sekolah telah tiba. Aduh, aku bt deh libur lama-lama, akhirnya aku bermain komputer aja, tapi aku cepat bosan. :-(,,, yaudah aku nulis aja, sebelumnya aku bingung mau nulis apa, eh tiba-tiba seperti ada ilham yang nyampe di kepalaku (aku menemukan inspirasi untuk membuat tulisan yaitu cerpen).
Mau orang bilang tulisanku berantakan, campur aduk, gtau cara penulisan yang bener tuch seperti apa, aku tak peduli, apapun tanggapan orang terhadap tulisanku, aku tetap menulis. ^_^ ( intinya nulis , walaupun cuma nulis "aku gtau mau nulis apa"), menulislah suatu hal yang ingin kamu tulis, agar memudahkan kamu untuk menulis, cobalah kamu menulis dari pengalamanmu, hal yang paling berkesan dalam hidupmu, semua impian-impianmu untuk masa depan, hal-hal yang ingin kamu raih, tulislah sesuka hatimu sebanyak yang kamu mau karena itu ada hakmu.
Menulis merupakan suatu kegiatan yang mudah, menulis adalah salah satu dari 4 keterampilan bahasa yaitu : Membaca, Menulis, Berbicara, Mendengarkan (lebih spesifiknya lagi menyimak).
Loh kok jadi ngomongin ini sich, kembali ke laptop (emg 4 mata, kyk tukul aja, :D). Kembali ke ceritaku tadi.
tadi dari ilham nyampe di kepalaku, akhirnya inspirasiku menulis saat itu adalah menulis cerpen. cuma berbekal ilham yang ada di otakku, aku pun nekad, tapi, tetep aja aku nulis, sejadi-jadinya. (menurutku ga banget deh) www.gajelas.com
Eeeeiiiiiitttttsssss, tapi jangan salah, gitu-gitu cerpenku akhirnya selesai juga loch, heee... Yah walaupun aku baru pertama kali membuat cerpen, walaupun menurutku ancur, tapi gtau kenapa, aku merasakan kepuasan sendiri di dalam bathinku.
Oya aku orangnya suka merenung, apalagi kalau lagi diperjalanan (www.gakadayangnanya.com). Di saat aku merenung,tiba-tiba aku mendapat ide untuk ditulis, inspirasiku menulis tentang apa ya???,,, jawabannya aku ingin menulis tentang kehidupan yang penuh dengan lika-liku. (Menurutku, sepertinya menarik).
Lagi-lagi di depan komputer, tapi terkadang di depan netbook, tapi buatku sama aja, yang penting tujuanku untuk menulis. Saking asyiknya menulis, aku sampe lupa waktu, waduh......Rasanya waktu cepat sekali berlalu, ingin sekali aku mengembalikan waktu tapi tak bisa. Oleh karena itu, kita harus berpacu dengan waktu. Kata orang barat nih "Times Its Money" dan di dalam Al-Qur'an Allah Swt berfirman yang artinya : " Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran " (QS. Al-Asr).
Kembali lagi ke inspirasiku menulis yuk ...... :-D ,,, akhirnya inspirasiku menulis artikel yang intinya berisi tentang kehidupan yang fana ini selesai juga. Senangnya hatiku.
Ngomong-ngomong tentang kehidupan, kayaknya menurutku tak ada kehidupan tanpa masalah deh. Setiap orang pasti punya masalah tersendiri, termasuk aku. Waktu itu aku ada masalah dengan temanku. Sampai-sampai aku hampir dibuat marah oleh temanku, lalu aku bingung untuk meredam kemarahanku gimana caranya ya ? karena aku gmau marah, itu yang kutanamkan ke dalam kepribadianku ( tumbuhan kali ditanam :-D). Aku mau curhat, bingung harus curhat ke siapa ? soalnya di sekolah akulah yang jadi tempat curhat. xixixixi, jadi maluuu....Curhat sama keluargaku, mereka pada sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. huft, jadi bt...
huh, dalam kondisi seperti ini, aku lebih baik menyendiri aja deh, mencari udara segar, dan melihat pemandangan yang indah. (Refresh otak dan pikiran sehingga akan menghasilkan suatu hal yang positif).
Tak lama kemudian, inspirasiku menulis datang lagi, aku berpikir mendingan aku curhat sama secarik kertas aja. Di dalam secarik kertas itu ku goreskan dengan pena emasku, perlahan-lahan aku keluarkan semua uneg-uneg dan kekesalan yang ada dalam diriku saat itu, beberapa saat timbullah ketenangan dan kesunyian di dalam jiwaku. Sampai aku selesai menulis. Aku merasa tak ada beban lagi yang mengganjal di hatiku. Apakah menulis bisa dijadikan terapi ? entahlah, aku tak tahu jawabannya, yang jelas yang aku rasakan adalah ketenangan bathin yang penuh dengan kedamaian dan suasana yang sejuk, semoga ini semua bisa mengantarkanku ke inspirasiku menulis berikutnya.
Sampai jumpa, salam sukses selalu.... ( Teruntuk siapa aja boleh, yang penting nulis, hehehe ^_^ )
Minggu, 03 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
smoga smangat menulismu semkin tambah...
slam dari bekas pnulis puisi...
Posting Komentar