Siapa yang tidak mengenal cinta ? Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata cinta, Bahkan kata cinta tak bisa dipisahkan dari setiap orang, dan dunia terasa hampa tanpa adanya cinta.
Cinta yang terdiri dari 1 kata dan 5 huruf ini memiliki banyak arti yang berbeda karena pengertian dari cinta itu sendiri sangat luas.
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang.
Cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta bersifat abstrak, hal itu karena cinta berkaitan dengan perasaan seseorang terhadap suatu objek yang ia cintai.
Cinta itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-lata, hanya bisa terlukiskan di dalam hati setiap insan. Namun, efek dari cinta sangatlah besar.
Cinta bisa hinggap kepada siapapun, cinta bisa datang kapanpun, cinta bisa membuat kita merasa bahagia, dan cinta juga bisa membuat kita merana, tergantung kita sendiri, bagaimana kita menyikapi sebuah cinta.
Apabila seseorang sedang jatuh cinta atau falling in love, maka secara otomatis ia akan melakukan apa pun yang diinginkan oleh kekasihnya yang ia cintai, ia akan selalu memberikan apapun untuk kekasihnya, bahkan kalau perlu jiwa dan raganya dia berikan kepada sang kekasih.
Aplikasi dari sebuah cinta dalam kehidupan sehari-hari, biasanya berhubungan erat dengan 2 insan yang saling mengasihi, menyayangi, dan mencintai satu sama lain.
Semua itu diawali dari perasaan suka, timbul rasa sayang, dan yang pada akhirnya tumbuh rasa cinta diantara mereka yang disertai dengan menjalin suatu hubungan.
Seseorang yang sedang dimabuk cinta akan terus berusaha untuk bisa membehagiakan orang yang ia cintai. Ingin selalu berada di sampingnya, tidak mau jauh walau hanya sesaat, tidak mau kehilangan orang yang ia cintai, tidak mau membuat kekasihnya marah dan kecewa. Selalu ingin melakukan yang terbaik untuk sang pujaan hati.
Akan tetapi, adakah cinta yang sejati ? Adakah cinta yang hakiki ? Adakah cinta yang abadi ? Adakah cinta yang bisa membuat kamu merasa lebih baik ? Adakah cinta yang kekal ? Adakah cinta yang dapat memberi manfaat pada diri sendiri dan juga orang lain ? Adakah cinta yang selamanya tak kan pernah putus ? Adakah cinta yang tulus ? Adakah cinta yang tak pernah berakhir ?
Cinta pada tingkatan tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulnya, dan jihad di jalannya.
Allah Swt berfirman :
Katakanlah " Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah maha pengampun, maha penyayang. (QS. Ali Imran :31)
Rasulullah Saw bersabda :
" Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada bapak ibunya, anaknya, dan seluruh manusia " (HR. Bukhari dan Muslim).
Pendapat lainnya tentang cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya dengan semangat yang menggelora, dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan.
Cinta dalam pengertian ini merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia yang tidak bisa terlepas dan merupakan sesuatu yang esensial. Dalam banyak hal, cinta muncul untuk mengontrol keinginan ke arah yang lebih baik dan positif.
Hal ini dapat terjadi jika orang yang mencintai menjadikan cintanya sebagai sarana untuk meraih hasil yang baik dan mulia.
Ketika cinta diarahkan kepada kebaikan, maka cinta dapat membawa keutuhan, perdamaian, dan kebaikan di dalam kehidupan.
Apabila kita mencintai seseorang, cintailah dengan sewajarnya dan apabila kita membenci seseorang, bencilah dengan sewajarnya, karena Rasulullah bersabda
" Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya karena boleh jadi suatu hari kelak dia menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sewajarnya, karena boleh jadi suatu hari kelak, dia akan menjadi orang yang kamu cintai " (HR. Bukhari)
Rabu, 27 April 2011
Jumat, 22 April 2011
Kehidupan Mengajariku
Namaku syerly, aku seorang wanita yang menyukai nuansa alam yang indah dan menakjubkan. Dari alam lah aku banyak belajar tentang arti dan makna kehidupan yang sebenarnya. Hampir setiap saat, aku mendapatkan pelajaran berharga yang tak ternilai harganya.
Aku suka merenung dan berpikir sejenak, tentang orang-orang tangguh yang mewarnai perjalanan hidupku. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat baja, pantang menyerah, tak kenal lelah, tak pernah mengeluh, dan tak pernah putus asa. Kali ini, aku akan menyampaikan beberapa kisah yang membuat aku bersemangat dan terus menjalani kehidupan dengan berusaha melakukan yang terbaik. Ini bukan sekadar kisah, tapi bisa dijadikan renungan dan hikmah, serta aku berharap, kamu bisa mengambil makna yang tersirat di setiap kejadian, untuk kehidupanmu.
Kisah ini dimulai ketika aku mengenakan baju putih, rok abu-abu. Saat itu, sekolahku sedang menyelenggarakan kegiatan jalan-jalan. Bukan jalan-jalan untuk bersenang-senang, tapi, jalan-jalan ke tempat penginapan di rumah penduduk yang terletak di cilengsi. Di sana aku ditemani dengan wali kelasku dan semua guru yang terlibat menyelenggarakan kegiatan ini.
Aku bersama dengan teman-temanku, menapaki suatu perjalanan yang cukup jauh. Sesampainya di tempat tujuan, aku dan teman-temanku sedikit shock. Ternyata aku dan teman-temanku dibawa ke daerah terpencil. Seperti daerah isolasi. Tapi, mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur disini.
Guruku membagikan kelompok yang terdiri dari empat orang, setiap kelompok ditemani wali kelasnya masing-masing. Setelah guruku membagikan kelompok dan semua murid mengetahui teman sekelompoknya, aku dan teman-temanku langsung bergegas ke tempat lokasi rumah yang akan menjadi tempat penginapan. Awalnya aku dan teman-temanku agak kesulitan mendapatkan rumah yang alamatnya tertulis dalam secarik kertas. Tapi, Alhamdulillah, akhirnya aku menemukan rumah yang dimaksud.
“ Assalamu’alaikum ” Kataku, teman-temanku, dan wali kelasku.
“ Wa’alaikumsalam wr.wb ” Jawab Seseorang yang berada di dalam rumah.
“ Ibu, saya adalah orang yang mensurvei rumah ibu kemarin, dan ini adalah anak murid saya yang akan tinggal disini selama beberapa hari ” Kata Wali kelasku.
“ Ohhh iya, ayo silakan masuk, maaf rumahnya seperti ini. ” Kata Ibu yang memiliki rumah tersebut.
“ Iya tidak apa-apa, Bu. ” Kataku dan juga teman-temanku.
“ Nah, kalian disini dulu ya, bapak tinggal dulu, kalian disini baik-baik ya ” Kata Wali kelasku sambil tersenyum. ”
Wali kelasku ke tempat dimana semua guru berkumpul. Aku dan teman-temanku saling pandang. Bukan karena Wali kelasku pergi, tapi memandang melihat kondisi rumah yang akan kami tempati.
“ Mari, silakan duduk. ” Kata Ibu yang berumur sekitar setengah abad itu.
“ Ibu tinggal disini sama siapa saja ? ” Kata salah satu temanku yang bernama windi.
“ Ibu tinggal disini bersama anak ketiga (anak yang paling kecil), sebab anak ibu yang pertama dan kedua sedang bekerja, pulang kesini seminggu sekali. Ibu punya tiga anak dan semuanya laki-laki. Maaf ya, ibu mau kebelakang dulu, permisi. ” Kata Ibu itu.
Kami saling menatap satu sama lain. Mungkin apa yang dipikiran teman-temanku, sama seperti apa yang sedang aku pikirkan. Aku berpikir dan melihat kondisi rumah yang lantainya masih semen, ruang tamu yang kursinya lusuh, tidak ada pekarangan rumah, tidak ada pagar rumah, bahkan kamar mandi pun tidak ada. Bangunan rumahnya terbuat dari trellis yang mudah roboh, kamarnya banyak sabang dimana-mana, tempat tidurnya dari kayu triplek, lemarinya penuh debu. Sungguh mengenaskan dan memprihatinkan.
Akhirnya, kami mandi dan wudhu di mushola yang jaraknya tak jauh dari rumah itu. Aku mandi dengan teman-temanku secara bergantian. Setelah mandi sore, aku kembali ke rumah itu, dan langsung bergegas menyiapkan perlengkapan untuk sholat teraweh. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Kami membaca buku sambil menunggu waktu berbuka. Dan tak terasa, sudah waktunya untuk berbuka.
“ Ayo neng, batalin puasanya dulu, ini minumannya, dan ini makanannya. ” Kata Ibu sambil tersenyum simpul.
“ Terima kasih, bu. Maaf ya, bu. Jadi ngerepotin. ” Kata kami (aku dan juga teman-temanku).
“ Tidak apa-apa neng, Ibu nyiapkan ini, sama saja seperti Ibu menyiapkan makanan untuk anak-anak ibu. Kata Ibu.
Tak ku sangka, dibalik rumah yang menurutku jauh dari kata layak, terdapat seorang wanita yang gagah perkasa, berjiwa besar, baik, dan tulus. Terus berjuang melawan arus kehidupan yang terkadang kejam. Tapi, semua itu, dijadikan tantangan yang harus dilewati, untuk hari esok yang lebih baik.
Keesokan harinya, aku dan teman-temanku sedang bercengkrama. Namun, hal itu tak berlangsung lama, teman-temanku ngantuk, dan akhirnya tidur. Tapi, anehnya kenapa aku nggak ngantuk ya. Tapi, ya sudahlah. Hal sepele, tidak usah dipikirkan. Aku mencoba melihat ke belakang rumah dan dapur. Aku melihat ibu itu sedang memasak. Coba kamu bayangkan, masaknya menggunakan tungku dan kayu bakar. Aku merasa iba melihat semua ini.
“ Eh, ada neng, mau ngapain neng ke dapur ? ” Kata Ibu ramah itu.
“ Nggak ngapa-ngapain Bu, Cuma mau ngeliatin aja. Kataku. (padahal niatku ingin membantu).
“ Ibu, pelihara banyak ayam ya ? ”(sebab aku melihat sendiri, ternyata banyak ayam di belakang).
“ Iya neng, ayam-ayam itu ibu pelihara dengan baik, kalau sudah waktunya, ayam-ayam itu bertelur, dan telurnya bisa ibu jual untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. ”
Waw, jawaban yang membuatku terharu dan ingin meneteskan air mata. (Kataku dalam hati).
“ Bu, adakah yang bisa aku bantu ? ” Kataku lirih.
“ Tidak usah neng, biar ibu sendiri saja yang ngerjain, nanti ngerepotin neng ” Kata Ibu.
“ Nggak apa-apa kog bu, sekalian aku ingin belajar memasak. ” Kataku memelas.
“ Tidak usah neng, Ibu bisa sendiri kog. ” Kata Ibu
“ Baiklah, Bu ” Kataku.
“ Bu, aku ingin bertanya sesuatu, dari kamarin aku tidak melihat suami ibu, memangnya kemana, Bu ? ” Tanyaku dengan rasa penasaran.
“ Suami ibu sudah lama meninggal, neng. Sekarang ini, ibu hanya tinggal sendiri, ibu sudah tak ada pendamping hidup lagi, tapi ibu tetap tegar terhadap semua ini, kehidupan harus dijalani neng, nggak ada gunanya juga kalau ibu terus-terusan sedih, lebih baik ibu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Lagian juga kita semua nantinya akan mati, neng. Kita asalnya dari tanah dan akan kembali ke tanah. Ya, beginilah neng kehidupan ibu sehari-hari. ” Kata Ibu sambil meneteskan air mata.
“ Maaf ya, Bu. Aku tidak bermaksud membuat ibu sedih. Sekali lagi aku minta maaf. ” Kataku.
“ Tidak apa-apa neng. ” Kata Ibu sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Melihat kondisi ibu, aku merasa tergugah terhadap ketegaran seorang Ibu yang hidup apa adanya. Dengan kehidupan yang serba kekurangan, tak membuat ibu merasa putus asa, malah sebaliknya, hal ini membuat ibu menjadi sesosok wanita perkasa, yang pantas diancungi jempol. Dalam hal ini, menjadikan aku bersyukur terhadap apa yang aku dapatkan dan aku mendapatkan secercah cahaya yang menyinari hatiku untuk lebih peka terhadap kehidupan orang lain.
Keesokan harinya. Tak terasa sudah waktunya untuk pulang. Aku jadi sedih, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Sebab, rumah ini merupakan salah satu tempat yang memberikan aku pelajaran hidup. Dan Wali kelasku sudah menjemputku.
“ Terima kasih, Bu. Telah mengurus anak-anak kami dengan baik. ” Kata Wali kelasku.
“ Iya, sama-sama Pak. Maaf rumahnya seperti ini. ” Kata Ibu
“ Nggak apa-apa, Bu. Hal itu tidak menjadi masalah bagi kami. ” Kata Wali kelasku.
Akhirnya kami segera bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Sekarang aku tau bahwa tujuan menginap disini agar anak-anak muridnya pandai bersyukur. Jangan mencari apa yang tidak kita punya, tapi syukurilah apa yang kita miliki. Jangan melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah, banyak saudara-sauadara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Sedikit untuk kita, tapi sangat bermakna untuk mereka. ^_^
Itu hanya salah satu kisah nyata yang pernah menghiasi perjalanan hidupku dan tak terasa, sekarang ini aku sudah duduk di bangku kuliah. Dunia kampus jauh berbeda dengan dunia sekolah semasa sd,smp,sma. Hal ini jelas karena namanya juga mahasiswa. Jadi, sudah dianggap dewasa. Perlakuannya pun juga berbeda dengan anak yang masih sekolah. Disinilah kita dituntut untuk lebih bisa memimpin dan bertanggung jawab pada diri sendiri.
Pada saat aku menjadi maba alias mahasiswa baru, aku harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar, program-programnya, pembelajarannya jam belajarnya, organisasinya, dosen-dosennya, teman-temannya, pokoknya seputar kehidupan di kampus deh. Dan satu lagi, tugas yang seabrek-abrek membuat aku kelagepan juga, hehe. Tugas tuch untuk dikerjain, bukan untuk diliatin. Akhirnya aku mengerjakan tugas dengan antusias.
Seiring waktu berlalu, di saat aku melakukan rutinitas, pernah aku dilanda rasa bosan dan malas dengan aktivitasku sehari-hari. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena aku mendapatkan pelajaran berharga dalam hidupku. Walaupun aku dilanda bosan dan malas, tapi aku tetap saja ke kampus.
Di dalam perjalanan, aku bertemu dengan seorang yang tunanetra, aku melihatnya, dan ia mengenakan tongkat untuk membantunya berjalan.
Aku hanya berkata : “ Ya ampun kasihan sekali, kemana ya tujuannya ? ” Tanyaku dalam hati.
Aku dan tunanetra itu berada dalam satu bus.
Akhirnya, dikit lagi sampai kampus. Aku bersiap untuk turun. Pada saat aku turun, ternyata tunanetra itu juga turun, aku memperhatikan tunanetra itu dengan seksama. Dan aku kaget, ternyata, tunanetra itu adalah seorang mahasiswa. Sudah kuduga sebelumnya, tapi aku tak menghiraukan hal itu.
Ia berjalan menggunakan tongkatnya, dan akupun mencoba untuk membantunya. Walaupun aku tak mengenalnya, tapi tak ada salahnya untuk membantu. Ingin aku menyapanya, tapi, entah kenapa mulutku tak bersuara. Aku berjalan di sampingnya secara perlahan, dan akhirnya sampai juga di pintu gerbang kampus. Aku tetap berada di sampingnya, karena aku khawatir, terjadi apa-apa pada dirinya. Dan pada akhirnya, kami berpisah di perpustakaan. Hal itu karena ia menuju ke perpus, sedangkan aku menuju kelas.
Sekejap tapi menyentuh. Aku tercengang sekaligus membuat aku jadi malu. Tunanetra saja masih antusias untuk mengikuti pembelajaran di kampus, sedangkan aku, aku terlahir dengan normal, kenapa juga aku harus males-malesan kayak gini, saat itu aku jadi bersemangat lagi. Terima kasih tunanetra karena kamu menyadarkan diriku. (Kataku dalam hati).
Di kampusku tersedia ruang untuk mahasiswa penyandang cacat dan anak berkebutuhan khusus. Ingin sekali rasanya, aku melihat langsung proses pembelajaran penyandang cacat dan anak berkebutuhan khusus. Aku hanya ingin berusaha memahami apa yang mereka rasakan, mengetahui perilaku mereka yang unik membuat aku semakin penasaran terhadap semua ini. Akan tetapi, aku tak tau tempatnya terletak dimana, hal itu membuat aku sedikit kecewa.
Lagi-lagi kehidupan mengajariku. Aku bertemu dengan anak berkebutuhan khusus di tempat aku mengajar. Sayangnya, aku tidak mengajarinya, anak itu diajar oleh pemilik les privat tersebut. Tapi, yang aku ketahui dari anak berkebutuhan khusus yaitu ia cukup kesulitan berkonsentrasi, dan harus diajarkan one by one (satu guru, satu murid). Anak berkebutuhan khusus bukanlah anak yang bodoh. Ia juga memiliki talenta yang luar biasa yang bisa dibanggakan.
Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun, hal itu bukan untuk saling mencela, akan tetapi semua itu untuk saling melengkapi satu sama lain.
Temukanlah inti kekuatanmu, Tentukanlah minat dan bakatmu di suatu bidang yang kamu sukai, asahlah, dan terus latihan. Semua itu bisa menjadi potensi yang menakjubkan sehingga semua orang terpukau melihat aksimu.
Siapapun dirimu, apapun latar belakangmu, jadilah diri kamu sendiri, untuk hari ini, hari esok, dan untuk masa depanmu nanti.
Label:
Semangat dan Motivasi
Minggu, 03 April 2011
Inspirasiku Menulis
Entah kenapa aku jadi suka menulis, semua itu bermula di saat aku memakai rok putih abu-abu. Aku memulainya dengan menulis sebuah puisi, akupun heran pada diriku sendiri, kejadiannya pada saat aku ada tugas dari guru bahasa indonesiaku untuk mencari puisi lalu membacakannya di depan teman-teman.
Semua teman-teman segera bergegas ke perpustakaan untuk mencari sebuah puisi, tidak ditentukan judul dan pengarangnya. yang terpenting disini adalah menemukan puisi dan membacakannya. Lalu, temanku semua sedang asyik mencari buku yang berisi kumpulan puisi.
Namun, entah mengapa aku tak tertarik untuk mencari layaknya seperti teman-temanku. Aku malah mencari buku yang lain. xixixixi dasar aku ini, terkadang tingkahku suka aneh. tetapi masih tetap dalam jalur koridornya (emg busway) huft, capedeh.com
Tak terasa jam pelajaran sudah habis, dan sekarang waktunya untuk pulang. (Karena bahasa indonesia pelajaran terakhir).
" puisi itu untuk tugas dirumah, dan besok langsung dibacakan." (Pesan guru bahasa indonesiaku).
Aku pulang sekolah sekitar jam 4 sore, masuknya jam 1/2 7 pagi. Sampai di rumah jam 1/2 5, akupun mandi, ganti baju, nonton tv, dan bermain bersama keponakanku, dan setelah itu aku belajar. Tak terasa sudah jam 9 malam, semua penghuni rumah sudah memejamkan mata terkecuali aku. Aku sulit memejamkan mata (kenapa aku ga ngantuk ya). Untuk mengisi keheningan malam, aku pun mengambil secarik kertas, dan menulis kata mutiara (kata yang berisi motivasi), karena aku senang menulis itu sekaligus aku memotivasi diri sendiri.
Secara tak sengaja, aku merasa ada yang mengganjal di pikiranku, apa yah ? kayaknya ada yang kurang. (kataku dalam hati). Dan aku pun langsung teringat dengan tugas bahasa indonesia.. ternyata aku belum membuat puisi. kalau aku membuat puisi sendiri bisa ga ya ? (aku ragu), tapi tak ada salahnya untuk dicoba.
Bait demi bait aku selesaikan satu persatu. Aku tak tahu persis puisi itu seperti apa, yang penting aku ingin mencoba dan aku jadikan sebagai proses belajar.
Keesokan harinya, adalah hari yang menegangkan untukku, karena aku suka canggung kalau tampil di depan kelas, wlaupun yang melihat teman-temanku. Guru bahasa indonesiaku berkata : " Ayo siapa duluan yang mau maju membacakan puisinya ? ", tak ada satu pun temanku yang berani maju. (Ternyata semua teman-temanku juga sama sepertiku, mereka merasa canggung dan tak mau maju kalau belum ada yang maju).
Daripada gak ada yang maju, akhirnya aku memberanikan diri untuk maju pertama. Teman-teman tercengang melihatku.
" Iya linda, silakan kamu bacakan puisimu " (kata guru bahasa indonesiaku sambil tersenyum simpul).
" Tapi, Bu... puisinya boleh bikin sendiri ga ? " (Tanyaku, sambil memperlihatkan puisiku).
" Iya linda, boleh sekali, malah itu bagus. Ayo coba sekarang kamu bacakan. (Kata guruku).
Aku pun membaca dengan gemetar. (www.lebay.com), tapi, itulah yang aku rasakan saat itu. puisi pertamaku judulnya ilmu, dan aku membacakannya di depan guru dan juga teman-temanku.
Setelah aku membacakannya, tak menyangka, teman-teman memberi tepuk tangan yang meriah untukku, sekaligus kata-kata yang terlontar dari bibir mungil guruku. Beliau berkata " Puisimu bagus linda, mengandung arti dan makna yang luar biasa. tingkatkan kreativitasmu, dan teruslah berkarya. " (Kata guruku).
Sebuah kata yang membuat hatiku terenyuh, menurutku puisi yang kubuat itu biasa aja, tak ada prestise tersendiri.
Aku berpikir bahwa itu hanya kebetulan saja. (Yaudahlah ga usah diambil pusing).
Seiring waktu berlalu, aku jadi sering nulis puisi, semua itu aku lakukan cuma sekadar iseng dan mengisi waktu luang, serta biar aku ga bt. sebenarnya aku ingin mendalami pengetahuan tentang menulis khususnya menulis puisi. Namun, pada saat itu aku tak ada pikiran untuk ke sana.
Suatu ketika, liburan sekolah telah tiba. Aduh, aku bt deh libur lama-lama, akhirnya aku bermain komputer aja, tapi aku cepat bosan. :-(,,, yaudah aku nulis aja, sebelumnya aku bingung mau nulis apa, eh tiba-tiba seperti ada ilham yang nyampe di kepalaku (aku menemukan inspirasi untuk membuat tulisan yaitu cerpen).
Mau orang bilang tulisanku berantakan, campur aduk, gtau cara penulisan yang bener tuch seperti apa, aku tak peduli, apapun tanggapan orang terhadap tulisanku, aku tetap menulis. ^_^ ( intinya nulis , walaupun cuma nulis "aku gtau mau nulis apa"), menulislah suatu hal yang ingin kamu tulis, agar memudahkan kamu untuk menulis, cobalah kamu menulis dari pengalamanmu, hal yang paling berkesan dalam hidupmu, semua impian-impianmu untuk masa depan, hal-hal yang ingin kamu raih, tulislah sesuka hatimu sebanyak yang kamu mau karena itu ada hakmu.
Menulis merupakan suatu kegiatan yang mudah, menulis adalah salah satu dari 4 keterampilan bahasa yaitu : Membaca, Menulis, Berbicara, Mendengarkan (lebih spesifiknya lagi menyimak).
Loh kok jadi ngomongin ini sich, kembali ke laptop (emg 4 mata, kyk tukul aja, :D). Kembali ke ceritaku tadi.
tadi dari ilham nyampe di kepalaku, akhirnya inspirasiku menulis saat itu adalah menulis cerpen. cuma berbekal ilham yang ada di otakku, aku pun nekad, tapi, tetep aja aku nulis, sejadi-jadinya. (menurutku ga banget deh) www.gajelas.com
Eeeeiiiiiitttttsssss, tapi jangan salah, gitu-gitu cerpenku akhirnya selesai juga loch, heee... Yah walaupun aku baru pertama kali membuat cerpen, walaupun menurutku ancur, tapi gtau kenapa, aku merasakan kepuasan sendiri di dalam bathinku.
Oya aku orangnya suka merenung, apalagi kalau lagi diperjalanan (www.gakadayangnanya.com). Di saat aku merenung,tiba-tiba aku mendapat ide untuk ditulis, inspirasiku menulis tentang apa ya???,,, jawabannya aku ingin menulis tentang kehidupan yang penuh dengan lika-liku. (Menurutku, sepertinya menarik).
Lagi-lagi di depan komputer, tapi terkadang di depan netbook, tapi buatku sama aja, yang penting tujuanku untuk menulis. Saking asyiknya menulis, aku sampe lupa waktu, waduh......Rasanya waktu cepat sekali berlalu, ingin sekali aku mengembalikan waktu tapi tak bisa. Oleh karena itu, kita harus berpacu dengan waktu. Kata orang barat nih "Times Its Money" dan di dalam Al-Qur'an Allah Swt berfirman yang artinya : " Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran " (QS. Al-Asr).
Kembali lagi ke inspirasiku menulis yuk ...... :-D ,,, akhirnya inspirasiku menulis artikel yang intinya berisi tentang kehidupan yang fana ini selesai juga. Senangnya hatiku.
Ngomong-ngomong tentang kehidupan, kayaknya menurutku tak ada kehidupan tanpa masalah deh. Setiap orang pasti punya masalah tersendiri, termasuk aku. Waktu itu aku ada masalah dengan temanku. Sampai-sampai aku hampir dibuat marah oleh temanku, lalu aku bingung untuk meredam kemarahanku gimana caranya ya ? karena aku gmau marah, itu yang kutanamkan ke dalam kepribadianku ( tumbuhan kali ditanam :-D). Aku mau curhat, bingung harus curhat ke siapa ? soalnya di sekolah akulah yang jadi tempat curhat. xixixixi, jadi maluuu....Curhat sama keluargaku, mereka pada sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. huft, jadi bt...
huh, dalam kondisi seperti ini, aku lebih baik menyendiri aja deh, mencari udara segar, dan melihat pemandangan yang indah. (Refresh otak dan pikiran sehingga akan menghasilkan suatu hal yang positif).
Tak lama kemudian, inspirasiku menulis datang lagi, aku berpikir mendingan aku curhat sama secarik kertas aja. Di dalam secarik kertas itu ku goreskan dengan pena emasku, perlahan-lahan aku keluarkan semua uneg-uneg dan kekesalan yang ada dalam diriku saat itu, beberapa saat timbullah ketenangan dan kesunyian di dalam jiwaku. Sampai aku selesai menulis. Aku merasa tak ada beban lagi yang mengganjal di hatiku. Apakah menulis bisa dijadikan terapi ? entahlah, aku tak tahu jawabannya, yang jelas yang aku rasakan adalah ketenangan bathin yang penuh dengan kedamaian dan suasana yang sejuk, semoga ini semua bisa mengantarkanku ke inspirasiku menulis berikutnya.
Sampai jumpa, salam sukses selalu.... ( Teruntuk siapa aja boleh, yang penting nulis, hehehe ^_^ )
Semua teman-teman segera bergegas ke perpustakaan untuk mencari sebuah puisi, tidak ditentukan judul dan pengarangnya. yang terpenting disini adalah menemukan puisi dan membacakannya. Lalu, temanku semua sedang asyik mencari buku yang berisi kumpulan puisi.
Namun, entah mengapa aku tak tertarik untuk mencari layaknya seperti teman-temanku. Aku malah mencari buku yang lain. xixixixi dasar aku ini, terkadang tingkahku suka aneh. tetapi masih tetap dalam jalur koridornya (emg busway) huft, capedeh.com
Tak terasa jam pelajaran sudah habis, dan sekarang waktunya untuk pulang. (Karena bahasa indonesia pelajaran terakhir).
" puisi itu untuk tugas dirumah, dan besok langsung dibacakan." (Pesan guru bahasa indonesiaku).
Aku pulang sekolah sekitar jam 4 sore, masuknya jam 1/2 7 pagi. Sampai di rumah jam 1/2 5, akupun mandi, ganti baju, nonton tv, dan bermain bersama keponakanku, dan setelah itu aku belajar. Tak terasa sudah jam 9 malam, semua penghuni rumah sudah memejamkan mata terkecuali aku. Aku sulit memejamkan mata (kenapa aku ga ngantuk ya). Untuk mengisi keheningan malam, aku pun mengambil secarik kertas, dan menulis kata mutiara (kata yang berisi motivasi), karena aku senang menulis itu sekaligus aku memotivasi diri sendiri.
Secara tak sengaja, aku merasa ada yang mengganjal di pikiranku, apa yah ? kayaknya ada yang kurang. (kataku dalam hati). Dan aku pun langsung teringat dengan tugas bahasa indonesia.. ternyata aku belum membuat puisi. kalau aku membuat puisi sendiri bisa ga ya ? (aku ragu), tapi tak ada salahnya untuk dicoba.
Bait demi bait aku selesaikan satu persatu. Aku tak tahu persis puisi itu seperti apa, yang penting aku ingin mencoba dan aku jadikan sebagai proses belajar.
Keesokan harinya, adalah hari yang menegangkan untukku, karena aku suka canggung kalau tampil di depan kelas, wlaupun yang melihat teman-temanku. Guru bahasa indonesiaku berkata : " Ayo siapa duluan yang mau maju membacakan puisinya ? ", tak ada satu pun temanku yang berani maju. (Ternyata semua teman-temanku juga sama sepertiku, mereka merasa canggung dan tak mau maju kalau belum ada yang maju).
Daripada gak ada yang maju, akhirnya aku memberanikan diri untuk maju pertama. Teman-teman tercengang melihatku.
" Iya linda, silakan kamu bacakan puisimu " (kata guru bahasa indonesiaku sambil tersenyum simpul).
" Tapi, Bu... puisinya boleh bikin sendiri ga ? " (Tanyaku, sambil memperlihatkan puisiku).
" Iya linda, boleh sekali, malah itu bagus. Ayo coba sekarang kamu bacakan. (Kata guruku).
Aku pun membaca dengan gemetar. (www.lebay.com), tapi, itulah yang aku rasakan saat itu. puisi pertamaku judulnya ilmu, dan aku membacakannya di depan guru dan juga teman-temanku.
Setelah aku membacakannya, tak menyangka, teman-teman memberi tepuk tangan yang meriah untukku, sekaligus kata-kata yang terlontar dari bibir mungil guruku. Beliau berkata " Puisimu bagus linda, mengandung arti dan makna yang luar biasa. tingkatkan kreativitasmu, dan teruslah berkarya. " (Kata guruku).
Sebuah kata yang membuat hatiku terenyuh, menurutku puisi yang kubuat itu biasa aja, tak ada prestise tersendiri.
Aku berpikir bahwa itu hanya kebetulan saja. (Yaudahlah ga usah diambil pusing).
Seiring waktu berlalu, aku jadi sering nulis puisi, semua itu aku lakukan cuma sekadar iseng dan mengisi waktu luang, serta biar aku ga bt. sebenarnya aku ingin mendalami pengetahuan tentang menulis khususnya menulis puisi. Namun, pada saat itu aku tak ada pikiran untuk ke sana.
Suatu ketika, liburan sekolah telah tiba. Aduh, aku bt deh libur lama-lama, akhirnya aku bermain komputer aja, tapi aku cepat bosan. :-(,,, yaudah aku nulis aja, sebelumnya aku bingung mau nulis apa, eh tiba-tiba seperti ada ilham yang nyampe di kepalaku (aku menemukan inspirasi untuk membuat tulisan yaitu cerpen).
Mau orang bilang tulisanku berantakan, campur aduk, gtau cara penulisan yang bener tuch seperti apa, aku tak peduli, apapun tanggapan orang terhadap tulisanku, aku tetap menulis. ^_^ ( intinya nulis , walaupun cuma nulis "aku gtau mau nulis apa"), menulislah suatu hal yang ingin kamu tulis, agar memudahkan kamu untuk menulis, cobalah kamu menulis dari pengalamanmu, hal yang paling berkesan dalam hidupmu, semua impian-impianmu untuk masa depan, hal-hal yang ingin kamu raih, tulislah sesuka hatimu sebanyak yang kamu mau karena itu ada hakmu.
Menulis merupakan suatu kegiatan yang mudah, menulis adalah salah satu dari 4 keterampilan bahasa yaitu : Membaca, Menulis, Berbicara, Mendengarkan (lebih spesifiknya lagi menyimak).
Loh kok jadi ngomongin ini sich, kembali ke laptop (emg 4 mata, kyk tukul aja, :D). Kembali ke ceritaku tadi.
tadi dari ilham nyampe di kepalaku, akhirnya inspirasiku menulis saat itu adalah menulis cerpen. cuma berbekal ilham yang ada di otakku, aku pun nekad, tapi, tetep aja aku nulis, sejadi-jadinya. (menurutku ga banget deh) www.gajelas.com
Eeeeiiiiiitttttsssss, tapi jangan salah, gitu-gitu cerpenku akhirnya selesai juga loch, heee... Yah walaupun aku baru pertama kali membuat cerpen, walaupun menurutku ancur, tapi gtau kenapa, aku merasakan kepuasan sendiri di dalam bathinku.
Oya aku orangnya suka merenung, apalagi kalau lagi diperjalanan (www.gakadayangnanya.com). Di saat aku merenung,tiba-tiba aku mendapat ide untuk ditulis, inspirasiku menulis tentang apa ya???,,, jawabannya aku ingin menulis tentang kehidupan yang penuh dengan lika-liku. (Menurutku, sepertinya menarik).
Lagi-lagi di depan komputer, tapi terkadang di depan netbook, tapi buatku sama aja, yang penting tujuanku untuk menulis. Saking asyiknya menulis, aku sampe lupa waktu, waduh......Rasanya waktu cepat sekali berlalu, ingin sekali aku mengembalikan waktu tapi tak bisa. Oleh karena itu, kita harus berpacu dengan waktu. Kata orang barat nih "Times Its Money" dan di dalam Al-Qur'an Allah Swt berfirman yang artinya : " Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran " (QS. Al-Asr).
Kembali lagi ke inspirasiku menulis yuk ...... :-D ,,, akhirnya inspirasiku menulis artikel yang intinya berisi tentang kehidupan yang fana ini selesai juga. Senangnya hatiku.
Ngomong-ngomong tentang kehidupan, kayaknya menurutku tak ada kehidupan tanpa masalah deh. Setiap orang pasti punya masalah tersendiri, termasuk aku. Waktu itu aku ada masalah dengan temanku. Sampai-sampai aku hampir dibuat marah oleh temanku, lalu aku bingung untuk meredam kemarahanku gimana caranya ya ? karena aku gmau marah, itu yang kutanamkan ke dalam kepribadianku ( tumbuhan kali ditanam :-D). Aku mau curhat, bingung harus curhat ke siapa ? soalnya di sekolah akulah yang jadi tempat curhat. xixixixi, jadi maluuu....Curhat sama keluargaku, mereka pada sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. huft, jadi bt...
huh, dalam kondisi seperti ini, aku lebih baik menyendiri aja deh, mencari udara segar, dan melihat pemandangan yang indah. (Refresh otak dan pikiran sehingga akan menghasilkan suatu hal yang positif).
Tak lama kemudian, inspirasiku menulis datang lagi, aku berpikir mendingan aku curhat sama secarik kertas aja. Di dalam secarik kertas itu ku goreskan dengan pena emasku, perlahan-lahan aku keluarkan semua uneg-uneg dan kekesalan yang ada dalam diriku saat itu, beberapa saat timbullah ketenangan dan kesunyian di dalam jiwaku. Sampai aku selesai menulis. Aku merasa tak ada beban lagi yang mengganjal di hatiku. Apakah menulis bisa dijadikan terapi ? entahlah, aku tak tahu jawabannya, yang jelas yang aku rasakan adalah ketenangan bathin yang penuh dengan kedamaian dan suasana yang sejuk, semoga ini semua bisa mengantarkanku ke inspirasiku menulis berikutnya.
Sampai jumpa, salam sukses selalu.... ( Teruntuk siapa aja boleh, yang penting nulis, hehehe ^_^ )
Label:
Cerita dan Motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)
