Selasa, 06 September 2011

Semangat menulis


Aku nggak tau lagi harus nulis apa, soalnya stilistika (gaya bahasanya) kurang bisa untuk mendeskripsikan semua ide yang ada di dalam benakku. Padahal ceritanya masih nyantol di kepala otakku. Jadi bingung sendiri. Gimana ya penyelesaiannya. Aku harus cepat-cepat selesai nih. Soalnya buat persiapan nulis yang lainnya. Semua itu aku jadikan sebagai proses belajar. Menulis buatku adalah self therapy yang bisa membuat aku merasa lebih baik untuk bisa memahami hidup. Menulis adalah temanku, bahkan bisa dikatakan sebagai sahabat. Apapun kondisi perasaanku, baik senang maupun sedih, aku harus selalu menulis. Aku nggak peduli orang mau berkata apa aja tentang tulisanku. Yang terpenting adalah aku bisa mengekspresikan semua ide yang ada dalam pikiran. So, nggak usah pikiran deh orang mau ngomong apa. Kamu tulis aja dulu. Urusan EYD, metode, kalimat yang efektif, itu mah belakangan. Intinya, jangan pernah berhenti untuk selalu menggoreskan pena di manapun kamu berada.
Apabila kamu sudah menyelesaikan tulisan yang udah kamu buat. Coba kamu kirim ke penerbit. Jangan pernah pikirin tuch mau diterima kek, mau ditolak kek, emang gw pikirin. Yang jelas, aku seneng kok lakuinnya. Namanya juga seneng, apapun dilakuin, hehehe J. Kalu kita udah suka, kita nggak akan pernah kenal lelah. Dan satu lagi, apabila naskah kamu ditolak, jangan putus asa, teruskanlah kembangkan seluruh ide yang ada di pikiran kamu. Jangan terpaku pada metode dan penolakan penerbit. Hajar aja terus. Kalau perlu terror tuch penerbit. Efeknya, kita akan dikenal oleh penerbit tersebut, sekaligus membuktikan bahwa kita nggak gampang menyerah. Apalagi, kalau kamu naskahnya belum pernah ditolak sama penerbit. Artinya, kamu harus lebih bersemangat lagi deh dalam menulis. Jadi orang yang pemalu boleh, tapi jangan malu-maluian ya. Hehehe :p. Jadikan menulis sebagai system pernafasan kamu sehingga sehari aja kamu nggak nulis, kamu akan kelagepan. Namanya juga nafas. Artinya, menulis sudah menjadi satu kesatuan dalam diri kita.
Ooo, iya… Kamu juga harus PD terhadap tulisan-tulisan yang udah kamu buat karena tulisan itu merupakan suatu karya yang harus dihargai dan patut diancungi jempol. Semua karya nggak ada yang jelek, asal kita bener-bener mau mengeksplor semua cerita dan uneg-uneg yang ada adi dalam pikiran kita, Soo,,, yuk menulis. Jangan ambil pusing, oke J

                                                                                                                                                                Jakarta, 3 Agustus 2011

                                                                                                                                                                Linda Jayanti

Jumat, 02 September 2011

Modal menjadi seorang penulis skenario

Berikut ini modal-modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis naskah skenario film  ;
1.  Kreatif : Dengan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi maka Anda dapat membuat sebuah judul dan skenario film dengan mudah. Kreatif juga bisa dipelajari dan dilatih.
2. Imajinasi yang tinggi : Imajinasi merupakan salah satu modal yang paling penting untuk dimiliki oleh penulis skenario. Imajinasi memiliki peran yang sangat penting bagi seorang penulis skenario, karena dengan memiliki daya imajinasi yang tinggi membuat kualitas dari seorang penulis skenario menjadi bermutu dan berkualitas.
3. Pengetahuan tentang sastra dan dunia perfilman : Pengetahuan tentang sastra juga sangat mendukung kegiatan dari seorang penulis skenario dalam membuat sebuah skenario film.
4. Relasi : Seorang penulis skenario juga membutuhkan relasi yang banyak dan bisa diandalkan. Apabila Anda memiliki banyak relasi dari dunia infotainment dan entertainment, maka peluang untuk sukses dalam bisnis ini sangatlah terbuka.

Teknik Marketing dan Promosi ;
Teknik Marketing dan Promosi yang bisa dilakukan untuk menjual naskah skenario yang telah dibuat adalah :
1. Direct Marketing. Dengan adanya pendekatan Marketing dan Promosi. Naskah skenario Anda langsung kepada produser.
2. Kirimkan naskah film langsung kepada pemilik Production House.
3. Anda bisa membuat promosi dengan cara mengikuti berbagai kegiatan dan lomba mengarang yang disediakan oleh berbagai perusahaan.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang bisnis penulis skenario.
1. Pemilihan karyawan atau asisten penulis skenario harus dilakukan seleksi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kandidat asisten penulis yang tidak menguasai materi.
2. Perlu sifat sabar dan pantang menyerah dalam menulis cerita sinetron atau film karena belum tentu hasil karya akan dipakai.
3. Perbanyak aktivitas jejaring sosial, terutama di facebook. Anda bisa dengan mudah berkenalan dengan para aktris dan produser jika beruntung Anda bisa meminta saran dan bantuan dalam menulis skenario.
4. Dalam mengirimkan sebuah skenario sebaiknya Anda hanya mengirimkan dalam bentuk softcopy dan tidak semua naskah yang Anda tulis dikirimkan. Hal ini demi kebaikan Anda sendiri karena dengan demikian tidak semua berkas asli terkirimkan sehingga apabila terjadi suatu kesamaan yang hampir sama antara skenario sinetron dengan skenario yang ada di tangan Anda maka Anda bisa meminta penjelasan dari produser atau rumah produksi film atau sinetron tersebut.
5. Dalam penulisan sebuah skenario sebaiknya menggunakan gaya bahasanya sendiri. Pemakaian gaya bahasa sendiri dimaksudkan untuk membuat setiap karya yang dihasilkan dapat dengan mudah dikenali.
6. Proses pembuatan skenario biasanya menuntut konsentrasi yang sangat tinggi dari penulis skenario, hal ini bisa dilakukan dengan cara penulis bisa menulis di tempat yang sepi sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan tenang. Biasanya penulis memiliki lokasi favorit saat menulis skenario seperti villa, pegunungan, pedesaan, atau di dekat danau.

Tips-tips untuk menjadi seorang penulis skenario yang profesional adalah sebagai berikut.
1. Dalam menulis skenario usahakan selalu dapat menyelesaikan naskah skenario tepat waktu. Langkah ini dilakukan untuk menghindari terjadinya complain dari berbagai pihak seperti production house, artis, produser, dari berbagai pihak yang terkait dengan adanya pembuatan film tersebut. Complain terjadi karena adanya jadwal pembuatan film yang mundur dari rencana awal sehingga membuat berbagai pihak merasa dirugikan.
2. Topik/judul sebaiknya menghindari materi SARA sehingga tidak menimbulkan gejolak di dalam masyarakat yang bisa berakibat terjadinya pemboikotan dari unsur masyarakat. Apabila setelah selesai dibuat film dan telah dilakukan tayangan perdana film tersebut, ternyata mendapatkan kritik dan ancaman pemboikotan tentu ini sangat merugikan pihak PH (Production House).
3. Ciptakan karya dengan originalitas ide yang murni milik Anda sendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya tuntutan dari penulis skenario naskah film maupun berbagai pihak yang merasa karyanya telah dibajak tanpa izinnya.
4. Apabila Anda atau karyawan Anda hendak menulis suatu naskah berdasarkan karya milik orang lain, sebaiknya meminta izin dulu dari pihak yang memiliki hak cipta. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi tuntutan dari pihak lain.
5. Buatlah surat kontrak yang jelas antara Anda dengan karyawan Anda sehingga tidak merugikan salah satu pihak.








Senin, 22 Agustus 2011

Komentar mereka terhadapku dalam menulis

Muhammad Mujianto (Penulis buku) berkata : Ditunggu kiriman bukunya plus tanda tangannya ya :-)

Penerbit samudra biru berkata : Waaah,,, majukan dunia membaca lewat buku-buku karyamu..keep spirit..

Fadly (Teman bimbel+teman kampus) berkata : Pokoknya lu terusin aja nda, jangan pernah berhenti.

Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan berbagai komentar terhadap tulisanku dan juga komentar terhadapku dalam menulis. Aku tak menyangka jawaban kalian semua memberikan semangat yang membara dalam sanubariku. Sampai kapanpun, aku akan tetap menulis. Menulis...Menulis...dan Menulis...







Rabu, 03 Agustus 2011

Lanjutan komentar terhadap tulisanku

Mba Sisca berkata : Subhanallah, keren, ajarin sisca cara-cara nulis yang bener donk :D. Baiklah, nanti kalau ke gramed aku cari...berarti sekarang lagi sibuk buat novel neh.

Pb Delapan (Penulis novel) berkata :
  • Wah hebat. Jalan terus ya, jangan diedit dulu sebelum selesai. Kakak doain Linda sukses jadi penulis hebat :)
  • Alhamdulillah Linda. Kakak doain Linda jadi penulis best seller.
Kepustakaan Populer Gramedia berkata :
  • KPG menerbitkan dua-duanya yaitu fiksi dan nonfiksi. Semoga membantu :)
  • Gudluk !
  • Penerbit KPG
Penerbit Percetakan Pohon Cahaya berkata :
  • Dear Linda....Yang pasti visi dan misi kami adalah mencerdaskan masyarakat melalui mambaca (buku) Karena buku adalah jendela ilmu dan jendela dunia. Naskah fiksi dan nonfiksi bisa kami terima, jika memenuhi kriteria dari tim redaksi kami, maka naskah tersebut layak terbit. Terima kasih untuk respon positifnya :-)
  • Salam sekretariat :-)
Atita (Teman SMA) berkata :
  •  Awalan yang bagus lin. Nanti kalau bukunya udah ada di gramedia, kasih tau gw ya lin. Sukses lin :-)
Ningrum (Penulis novel) sekaligus teman SMA berkata :
  •  Ya Loe sambung-sambung aja semuanya, Loe terusin, jadi novel.
Rasta Andrall (Teman kampus) berkata :
  • Linda, kamu berpotensi untuk menjadi seorang motivator. 
  • Iya, ide mah ga usah dipikir, begitu dapet langsung tulis aja....sambil jalan aja :-)

Berikut ini adalah komentar dari berbagai pihak terhadap tulisanku

Konsultasi Menulis Buku berkata :
  •  Wah, sebenarnya kamu sudah punya modal jadi penulis novel.
  • Begitu, gimana kalau linda saya bimbing untuk langsung menulis buku...Tapi ini kita coba-coba dulu...Sepertinya dari tulisan linda ada dua jenis buku yang bisa dibuat yaitu novel teenlit dan how to untuk remaja.
  • Saya sudah baca tulisan mbak...Menarik dan sepertinya mbak bisa jadi penulis untuk buku motivasi bagi remaja...atau punya kisah-kisah inspirasi seperti tulisan renungan dan hikmah.
Pb Delapan (Penulis novel) berkata :
  •  Linda sudah biasa nulis cerpen dan cerbung ? Tinggal dikembangin, insyaallah ga sulit
  • Kakak lebih mengutamakan tema dibanding gaya bahasa karena ada pihak editor yang membantu kamu. Jadi, jangan pikirin yang macam-macam ya ^_^
Haruka Azary (Taman Antologi cerpen titik nol) berkata :
  • Kamu mau buat novel ? Jangan cuma ngarep, tapi kamu wujudkan linda, kamu pasti bisa, kayau           "semangat "
Achi tm Penulis berkata :
  •  Setiap tulisan itu unik. Jadi jangan pernah ragu untuk berkarya. Apabila kamu ingin membuat novel, carilah konflik yang bisa menghasilkan sub-sub topik dan pikiran juga ending ceritanya. Kamu cari tokoh-tokohnya aja dulu.
Ningrum (Penulis novel) sekaligus teman SMA berkata :
  • Lanjutin aja lin, gw siap kog bantu Loe. Gw yakin dalam waktu beberapa tahun ke depan, Loe pasti bisa buat novel dan Loe pasti bisa nerbitin novel Loe.
Yathank Uye (Teman ronin) berkata :
  • Gw siap baca dan kasih koment untuk tulisan-tulisan Loe, Lin. Tenang aja, Loe tulis aja sebanyak yang Loe mau, Ok !!!
K Dalila Sadida berkata :
  • " Lanjutkan"
Sifa Onli (Teman kampus) berkata :
  • Bagus lin, mantabs..:-)
Dara (Teman ronin) berkata :
  • Gw salut sama lu udah bisa bikin cerpen, diterbitin lagi. Hebat lin...
  • Iya lin gw doain, kan gw juga ikut seneng punya temen penulis cerpen dan novel. Semangat ya lin, kalau butuh inspirasi liat foto gw aja lin, hehe :D. Sukses lin buat karir lu.

Rabu, 27 April 2011

Kesempurnaan Cinta

Siapa yang tidak mengenal cinta ? Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata cinta, Bahkan kata cinta tak bisa dipisahkan dari setiap orang, dan dunia terasa hampa tanpa adanya cinta.
Cinta yang terdiri dari 1 kata dan 5 huruf ini memiliki banyak arti yang berbeda karena pengertian dari cinta itu sendiri sangat luas.

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang.
Cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta bersifat abstrak, hal itu karena cinta berkaitan dengan perasaan seseorang terhadap suatu objek yang ia cintai.
Cinta itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-lata, hanya bisa terlukiskan di dalam hati setiap insan. Namun, efek dari cinta sangatlah besar.

Cinta bisa hinggap kepada siapapun, cinta bisa datang kapanpun, cinta bisa membuat kita merasa bahagia, dan cinta juga bisa membuat kita merana, tergantung kita sendiri, bagaimana kita menyikapi sebuah cinta.

Apabila seseorang sedang jatuh cinta atau falling in love, maka secara otomatis ia akan melakukan apa pun yang diinginkan oleh kekasihnya yang ia cintai, ia akan selalu memberikan apapun untuk kekasihnya, bahkan kalau perlu jiwa dan raganya dia berikan kepada sang kekasih.

Aplikasi dari sebuah cinta dalam kehidupan sehari-hari, biasanya berhubungan erat dengan 2 insan yang saling mengasihi, menyayangi, dan mencintai satu sama lain.

Semua itu diawali dari perasaan suka, timbul rasa sayang, dan yang pada akhirnya tumbuh rasa cinta diantara mereka yang disertai dengan menjalin suatu hubungan.

Seseorang yang sedang dimabuk cinta akan terus berusaha untuk bisa membehagiakan orang yang ia cintai. Ingin selalu berada di sampingnya, tidak mau jauh walau hanya sesaat, tidak mau kehilangan orang yang ia cintai, tidak mau membuat kekasihnya marah dan kecewa. Selalu ingin melakukan yang terbaik untuk sang pujaan hati.

Akan tetapi, adakah cinta yang sejati ? Adakah cinta yang hakiki ? Adakah cinta yang abadi ? Adakah cinta yang bisa membuat kamu merasa lebih baik ? Adakah cinta yang kekal ? Adakah cinta yang dapat memberi manfaat pada diri sendiri dan juga orang lain ? Adakah cinta yang selamanya tak kan pernah putus ? Adakah cinta yang tulus ? Adakah cinta yang tak pernah berakhir ?

Cinta pada tingkatan tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulnya, dan jihad di jalannya.

Allah Swt berfirman :
Katakanlah " Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah maha pengampun, maha penyayang. (QS. Ali Imran :31)

Rasulullah Saw bersabda :
" Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada bapak ibunya, anaknya, dan seluruh manusia " (HR. Bukhari dan Muslim).

Pendapat lainnya tentang cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya dengan semangat yang menggelora, dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan.

Cinta dalam pengertian ini merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia yang tidak bisa terlepas dan merupakan sesuatu yang esensial. Dalam banyak hal, cinta muncul untuk mengontrol keinginan ke arah yang lebih baik dan positif.
Hal ini dapat terjadi jika orang yang mencintai menjadikan cintanya sebagai sarana untuk meraih hasil yang baik dan mulia.

Ketika cinta diarahkan kepada kebaikan, maka cinta dapat membawa keutuhan, perdamaian, dan kebaikan di dalam kehidupan.

Apabila kita mencintai seseorang, cintailah dengan sewajarnya dan apabila kita membenci seseorang, bencilah dengan sewajarnya, karena Rasulullah bersabda
" Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya karena boleh jadi suatu hari kelak dia menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sewajarnya, karena boleh jadi suatu hari kelak, dia akan menjadi orang yang kamu cintai " (HR. Bukhari)

Jumat, 22 April 2011

Kehidupan Mengajariku


Namaku syerly, aku seorang wanita yang menyukai nuansa alam yang indah dan menakjubkan. Dari alam lah aku banyak belajar tentang arti dan makna kehidupan yang sebenarnya. Hampir setiap saat, aku mendapatkan pelajaran berharga yang tak ternilai harganya.
 Aku suka merenung dan berpikir sejenak, tentang orang-orang tangguh yang mewarnai perjalanan hidupku. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat baja, pantang menyerah, tak kenal lelah, tak pernah mengeluh, dan tak pernah putus asa. Kali ini, aku akan menyampaikan beberapa kisah yang membuat aku bersemangat dan terus menjalani kehidupan dengan berusaha melakukan yang terbaik. Ini bukan sekadar kisah, tapi bisa dijadikan renungan dan hikmah, serta aku berharap, kamu bisa mengambil makna yang tersirat di setiap kejadian, untuk kehidupanmu.  
Kisah ini dimulai ketika aku mengenakan baju putih, rok abu-abu. Saat itu, sekolahku sedang menyelenggarakan kegiatan jalan-jalan. Bukan jalan-jalan untuk bersenang-senang, tapi, jalan-jalan ke tempat penginapan di rumah penduduk yang terletak di cilengsi. Di sana aku ditemani dengan wali kelasku dan semua guru yang terlibat menyelenggarakan kegiatan ini.
Aku bersama dengan teman-temanku, menapaki suatu perjalanan yang cukup jauh. Sesampainya di tempat tujuan, aku dan teman-temanku sedikit shock. Ternyata aku dan teman-temanku dibawa ke daerah terpencil. Seperti daerah isolasi. Tapi, mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur disini.
Guruku membagikan kelompok yang terdiri dari empat orang, setiap kelompok ditemani wali kelasnya masing-masing. Setelah guruku membagikan kelompok dan semua murid mengetahui teman sekelompoknya, aku dan teman-temanku langsung bergegas ke tempat lokasi rumah yang akan menjadi tempat penginapan. Awalnya aku dan teman-temanku agak kesulitan mendapatkan rumah yang alamatnya tertulis dalam secarik kertas. Tapi, Alhamdulillah, akhirnya aku menemukan rumah yang dimaksud.
“ Assalamu’alaikum ” Kataku, teman-temanku, dan wali kelasku.
“ Wa’alaikumsalam wr.wb ” Jawab Seseorang yang berada di dalam rumah.
“ Ibu, saya adalah orang yang mensurvei rumah ibu kemarin, dan ini adalah anak murid saya yang akan tinggal disini selama beberapa hari ” Kata Wali kelasku.
“ Ohhh iya, ayo silakan masuk, maaf rumahnya seperti ini. ” Kata Ibu yang memiliki rumah tersebut.
“ Iya tidak apa-apa, Bu. ” Kataku dan juga teman-temanku.
“ Nah, kalian disini dulu ya, bapak tinggal dulu, kalian disini baik-baik ya ” Kata Wali kelasku sambil tersenyum. ”
Wali kelasku ke tempat dimana semua guru berkumpul. Aku dan teman-temanku saling pandang. Bukan karena Wali kelasku pergi, tapi memandang melihat kondisi rumah yang akan kami tempati.
“ Mari, silakan duduk. ” Kata Ibu yang berumur sekitar setengah abad itu.
“ Ibu tinggal disini sama siapa saja ? ” Kata salah satu temanku yang bernama windi.
“ Ibu tinggal disini bersama anak ketiga (anak yang paling kecil), sebab anak ibu yang pertama dan kedua sedang bekerja, pulang kesini seminggu sekali. Ibu punya tiga anak dan semuanya laki-laki. Maaf ya, ibu mau kebelakang dulu, permisi. ” Kata Ibu itu.
Kami saling menatap satu sama lain. Mungkin apa yang dipikiran teman-temanku, sama seperti apa yang sedang aku pikirkan. Aku berpikir dan melihat kondisi rumah yang lantainya masih semen, ruang tamu yang kursinya lusuh, tidak ada pekarangan rumah, tidak ada pagar rumah, bahkan kamar mandi pun tidak ada. Bangunan rumahnya terbuat dari trellis yang mudah roboh, kamarnya banyak sabang dimana-mana, tempat tidurnya dari kayu triplek, lemarinya penuh debu. Sungguh mengenaskan dan memprihatinkan.
Akhirnya, kami mandi dan wudhu di mushola yang jaraknya tak jauh dari rumah itu. Aku mandi dengan teman-temanku secara bergantian. Setelah mandi sore, aku kembali ke rumah itu, dan langsung bergegas menyiapkan perlengkapan untuk sholat teraweh. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Kami membaca buku sambil menunggu waktu berbuka. Dan tak terasa, sudah waktunya untuk berbuka.
“ Ayo neng, batalin puasanya dulu, ini minumannya, dan ini makanannya. ” Kata Ibu sambil tersenyum simpul.
“ Terima kasih, bu. Maaf ya, bu. Jadi ngerepotin. ” Kata kami (aku dan juga teman-temanku).
“ Tidak apa-apa neng, Ibu nyiapkan ini, sama saja seperti Ibu menyiapkan makanan untuk anak-anak ibu. Kata Ibu.
            Tak ku sangka, dibalik rumah yang menurutku jauh dari kata layak, terdapat seorang wanita yang gagah perkasa, berjiwa besar, baik, dan tulus. Terus berjuang melawan arus kehidupan yang terkadang kejam. Tapi, semua itu, dijadikan tantangan yang harus dilewati, untuk hari esok yang lebih baik.
            Keesokan harinya, aku dan teman-temanku sedang bercengkrama. Namun, hal itu tak berlangsung lama, teman-temanku ngantuk, dan akhirnya tidur. Tapi, anehnya kenapa aku nggak ngantuk ya. Tapi, ya sudahlah. Hal sepele, tidak usah dipikirkan. Aku mencoba melihat ke belakang rumah dan dapur. Aku melihat ibu itu sedang memasak. Coba kamu bayangkan, masaknya menggunakan tungku dan kayu bakar. Aku merasa iba melihat semua ini.
“ Eh, ada neng, mau ngapain neng ke dapur ? ” Kata Ibu ramah itu.
“ Nggak ngapa-ngapain Bu, Cuma mau ngeliatin aja. Kataku. (padahal niatku ingin membantu).
“ Ibu, pelihara banyak ayam ya ? ”(sebab aku melihat sendiri, ternyata banyak ayam di belakang).
“ Iya neng, ayam-ayam itu ibu pelihara dengan baik, kalau sudah waktunya, ayam-ayam itu bertelur, dan telurnya bisa ibu jual untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. ”
Waw, jawaban yang membuatku terharu dan ingin meneteskan air mata. (Kataku dalam hati).
“ Bu, adakah yang bisa aku bantu ? ” Kataku lirih.
“ Tidak usah neng, biar ibu sendiri saja yang ngerjain, nanti ngerepotin neng ” Kata Ibu.
“ Nggak apa-apa kog bu, sekalian aku ingin belajar memasak. ” Kataku memelas.
“ Tidak usah neng, Ibu bisa sendiri kog. ” Kata Ibu
“ Baiklah, Bu ” Kataku.
“ Bu, aku ingin bertanya sesuatu, dari kamarin aku tidak melihat suami ibu, memangnya kemana, Bu ? ” Tanyaku dengan rasa penasaran.
“ Suami ibu sudah lama meninggal, neng. Sekarang ini, ibu hanya tinggal sendiri, ibu sudah tak ada pendamping hidup lagi, tapi ibu tetap tegar terhadap semua ini, kehidupan harus dijalani neng, nggak ada gunanya juga kalau ibu terus-terusan sedih, lebih baik ibu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Lagian juga kita semua nantinya akan mati, neng. Kita asalnya dari tanah dan akan kembali ke tanah. Ya, beginilah neng kehidupan ibu sehari-hari. ” Kata Ibu sambil meneteskan air mata.
“ Maaf ya, Bu. Aku tidak bermaksud membuat ibu sedih. Sekali lagi aku minta maaf. ” Kataku.
“ Tidak apa-apa neng. ” Kata Ibu sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Melihat kondisi ibu, aku merasa tergugah terhadap ketegaran seorang Ibu yang hidup apa adanya. Dengan kehidupan yang serba kekurangan, tak membuat ibu merasa putus asa, malah sebaliknya, hal ini membuat ibu menjadi sesosok wanita perkasa, yang pantas diancungi jempol. Dalam hal ini, menjadikan aku bersyukur terhadap apa yang aku dapatkan dan aku mendapatkan secercah cahaya yang menyinari hatiku untuk lebih peka terhadap kehidupan orang lain.
Keesokan harinya. Tak terasa sudah waktunya untuk pulang. Aku jadi sedih, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Sebab, rumah ini merupakan salah satu tempat yang memberikan aku pelajaran hidup.  Dan Wali kelasku sudah menjemputku.
“ Terima kasih, Bu. Telah mengurus anak-anak kami dengan baik. ” Kata Wali kelasku.
“ Iya, sama-sama Pak. Maaf rumahnya seperti ini. ” Kata Ibu
“ Nggak apa-apa, Bu. Hal itu tidak menjadi masalah bagi kami. ” Kata Wali kelasku.
            Akhirnya kami segera bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Sekarang aku tau bahwa tujuan menginap disini agar anak-anak muridnya pandai bersyukur. Jangan mencari apa yang tidak kita punya, tapi syukurilah apa yang kita miliki. Jangan melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah, banyak saudara-sauadara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Sedikit untuk kita, tapi sangat bermakna untuk mereka. ^_^
            Itu hanya salah satu kisah nyata yang pernah menghiasi perjalanan hidupku dan tak terasa, sekarang ini aku sudah duduk di bangku kuliah. Dunia kampus jauh berbeda dengan dunia sekolah semasa sd,smp,sma. Hal ini jelas karena namanya juga mahasiswa. Jadi, sudah dianggap dewasa. Perlakuannya pun juga berbeda dengan anak yang masih sekolah. Disinilah kita dituntut untuk lebih bisa memimpin dan bertanggung jawab pada diri sendiri.
            Pada saat aku menjadi maba alias mahasiswa baru, aku harus beradaptasi dengan  lingkungan sekitar, program-programnya, pembelajarannya jam belajarnya, organisasinya, dosen-dosennya, teman-temannya, pokoknya seputar kehidupan di kampus deh. Dan satu lagi, tugas yang seabrek-abrek membuat aku kelagepan juga, hehe. Tugas tuch untuk dikerjain, bukan untuk diliatin. Akhirnya aku mengerjakan tugas dengan antusias.
            Seiring waktu berlalu, di saat aku melakukan rutinitas, pernah aku dilanda rasa bosan dan malas dengan aktivitasku sehari-hari. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena aku mendapatkan pelajaran berharga dalam hidupku. Walaupun aku dilanda bosan dan malas, tapi aku tetap saja ke kampus.
Di dalam perjalanan, aku bertemu dengan seorang yang tunanetra, aku melihatnya, dan ia mengenakan tongkat untuk membantunya berjalan.
Aku hanya berkata : “ Ya ampun kasihan sekali, kemana ya tujuannya ? ” Tanyaku dalam hati.
Aku dan tunanetra itu berada dalam satu bus.
Akhirnya, dikit lagi sampai kampus. Aku bersiap untuk turun. Pada saat aku turun, ternyata tunanetra itu juga turun, aku memperhatikan tunanetra itu dengan seksama. Dan aku kaget, ternyata, tunanetra itu adalah seorang mahasiswa. Sudah kuduga sebelumnya, tapi aku tak menghiraukan hal itu.
             Ia berjalan menggunakan tongkatnya, dan akupun mencoba untuk membantunya. Walaupun aku tak mengenalnya, tapi tak ada salahnya untuk membantu. Ingin aku menyapanya, tapi, entah kenapa mulutku tak bersuara. Aku berjalan di sampingnya secara perlahan, dan akhirnya sampai juga di pintu gerbang kampus. Aku tetap berada di sampingnya, karena aku khawatir, terjadi apa-apa pada dirinya. Dan pada akhirnya, kami berpisah di perpustakaan. Hal itu karena ia menuju ke perpus, sedangkan aku menuju kelas.
            Sekejap tapi menyentuh. Aku tercengang sekaligus membuat aku jadi malu. Tunanetra saja masih antusias untuk mengikuti pembelajaran di kampus, sedangkan aku, aku terlahir dengan normal, kenapa juga aku harus males-malesan kayak gini, saat itu aku jadi bersemangat lagi. Terima kasih tunanetra karena kamu menyadarkan diriku. (Kataku dalam hati).
            Di kampusku tersedia ruang untuk mahasiswa penyandang cacat dan anak berkebutuhan khusus. Ingin sekali rasanya, aku melihat langsung proses pembelajaran penyandang cacat dan anak berkebutuhan khusus. Aku hanya ingin berusaha memahami apa yang mereka rasakan, mengetahui perilaku mereka yang unik membuat aku semakin penasaran terhadap semua ini. Akan tetapi, aku tak tau tempatnya terletak dimana, hal itu membuat aku sedikit kecewa.
             Lagi-lagi kehidupan mengajariku. Aku bertemu dengan anak berkebutuhan khusus di tempat aku mengajar. Sayangnya, aku tidak mengajarinya, anak itu diajar oleh pemilik les privat tersebut. Tapi, yang aku ketahui dari anak berkebutuhan khusus yaitu ia cukup kesulitan berkonsentrasi, dan harus diajarkan one by one (satu guru, satu murid). Anak berkebutuhan khusus bukanlah anak yang bodoh. Ia juga memiliki talenta yang luar biasa yang bisa dibanggakan.
            Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun, hal itu bukan untuk saling mencela, akan tetapi semua itu untuk saling melengkapi satu sama lain.
            Temukanlah inti kekuatanmu, Tentukanlah minat dan bakatmu di suatu bidang yang kamu sukai, asahlah, dan terus latihan. Semua itu bisa menjadi potensi yang menakjubkan sehingga semua orang terpukau melihat aksimu.
            Siapapun dirimu, apapun latar belakangmu, jadilah diri kamu sendiri, untuk hari ini, hari esok, dan untuk masa depanmu nanti.
             
           









Minggu, 03 April 2011

Inspirasiku Menulis

Entah kenapa aku jadi suka menulis, semua itu bermula di saat aku memakai rok putih abu-abu. Aku memulainya dengan menulis sebuah puisi, akupun heran pada diriku sendiri, kejadiannya pada saat aku ada tugas dari guru bahasa indonesiaku untuk mencari puisi lalu membacakannya di depan teman-teman.

Semua teman-teman segera bergegas ke perpustakaan untuk mencari sebuah puisi, tidak ditentukan judul dan pengarangnya. yang terpenting disini adalah menemukan puisi dan membacakannya. Lalu, temanku semua sedang asyik mencari buku yang berisi kumpulan puisi.

Namun, entah mengapa aku tak tertarik untuk mencari layaknya seperti teman-temanku. Aku malah mencari buku yang lain. xixixixi dasar aku ini, terkadang tingkahku suka aneh. tetapi masih tetap dalam jalur koridornya (emg busway) huft, capedeh.com

Tak terasa jam pelajaran sudah habis, dan sekarang waktunya untuk pulang. (Karena bahasa indonesia pelajaran terakhir).
" puisi itu untuk tugas dirumah, dan besok langsung dibacakan." (Pesan guru bahasa indonesiaku).

Aku pulang sekolah sekitar jam 4 sore, masuknya jam 1/2 7 pagi. Sampai di rumah jam 1/2 5, akupun mandi, ganti baju, nonton tv, dan bermain bersama keponakanku, dan setelah itu aku belajar. Tak terasa sudah jam 9 malam, semua penghuni rumah sudah memejamkan mata terkecuali aku. Aku sulit memejamkan mata (kenapa aku ga ngantuk ya). Untuk mengisi keheningan malam, aku pun mengambil secarik kertas, dan menulis kata mutiara (kata yang berisi motivasi), karena aku senang menulis itu sekaligus aku memotivasi diri sendiri.

Secara tak sengaja, aku merasa ada yang mengganjal di pikiranku, apa yah ? kayaknya ada yang kurang. (kataku dalam hati). Dan aku pun langsung teringat dengan tugas bahasa indonesia.. ternyata aku belum membuat puisi. kalau aku membuat puisi sendiri bisa ga ya ? (aku ragu), tapi tak ada salahnya untuk dicoba.

Bait demi bait aku selesaikan satu persatu. Aku tak tahu persis puisi itu seperti apa, yang penting aku ingin mencoba dan aku jadikan sebagai proses belajar.

Keesokan harinya, adalah hari yang menegangkan untukku, karena aku suka canggung kalau tampil di depan kelas, wlaupun yang melihat teman-temanku. Guru bahasa indonesiaku berkata : " Ayo siapa duluan yang mau maju membacakan puisinya ? ", tak ada satu pun temanku yang berani maju. (Ternyata semua teman-temanku juga sama sepertiku, mereka merasa canggung dan tak mau maju kalau belum ada yang maju).

Daripada gak ada yang maju, akhirnya aku memberanikan diri untuk maju pertama. Teman-teman tercengang melihatku.
" Iya linda, silakan kamu bacakan puisimu " (kata guru bahasa indonesiaku sambil tersenyum simpul).
" Tapi, Bu... puisinya boleh bikin sendiri ga ? " (Tanyaku, sambil memperlihatkan puisiku).
" Iya linda, boleh sekali, malah itu bagus. Ayo coba sekarang kamu bacakan. (Kata guruku).

Aku pun membaca dengan gemetar. (www.lebay.com), tapi, itulah yang aku rasakan saat itu. puisi pertamaku judulnya ilmu, dan aku membacakannya di depan guru dan juga teman-temanku.
Setelah aku membacakannya, tak menyangka, teman-teman memberi tepuk tangan yang meriah untukku, sekaligus kata-kata yang terlontar dari bibir mungil guruku. Beliau berkata " Puisimu bagus linda, mengandung arti dan makna yang luar biasa. tingkatkan kreativitasmu, dan teruslah berkarya. " (Kata guruku).

Sebuah kata yang membuat hatiku terenyuh, menurutku puisi yang kubuat itu biasa aja, tak ada prestise tersendiri.
Aku berpikir bahwa itu hanya kebetulan saja. (Yaudahlah ga usah diambil pusing).

Seiring waktu berlalu, aku jadi sering nulis puisi, semua itu aku lakukan cuma sekadar iseng dan mengisi waktu luang, serta biar aku ga bt. sebenarnya aku ingin mendalami pengetahuan tentang menulis khususnya menulis puisi. Namun, pada saat itu aku tak ada pikiran untuk ke sana.

Suatu ketika, liburan sekolah telah tiba. Aduh, aku bt deh libur lama-lama, akhirnya aku bermain komputer aja, tapi aku cepat bosan. :-(,,, yaudah aku nulis aja, sebelumnya aku bingung mau nulis apa, eh tiba-tiba seperti ada ilham yang nyampe di kepalaku (aku menemukan inspirasi untuk membuat tulisan yaitu cerpen).

Mau orang bilang tulisanku berantakan, campur aduk, gtau cara penulisan yang bener tuch seperti apa, aku tak peduli, apapun tanggapan orang terhadap tulisanku, aku tetap menulis. ^_^ ( intinya nulis , walaupun cuma nulis "aku gtau mau nulis apa"), menulislah suatu hal yang ingin kamu tulis, agar memudahkan kamu untuk menulis, cobalah kamu menulis dari pengalamanmu, hal yang paling berkesan dalam hidupmu, semua impian-impianmu untuk masa depan, hal-hal yang ingin kamu raih, tulislah sesuka hatimu sebanyak yang kamu mau karena itu ada hakmu.

Menulis merupakan suatu kegiatan yang mudah, menulis adalah salah satu dari 4 keterampilan bahasa yaitu : Membaca, Menulis, Berbicara, Mendengarkan (lebih spesifiknya lagi menyimak).

Loh kok jadi ngomongin ini sich, kembali ke laptop (emg 4 mata, kyk tukul aja, :D). Kembali ke ceritaku tadi.

tadi dari ilham nyampe di kepalaku, akhirnya inspirasiku menulis saat itu adalah menulis cerpen. cuma berbekal ilham yang ada di otakku, aku pun nekad, tapi, tetep aja aku nulis, sejadi-jadinya. (menurutku ga banget deh) www.gajelas.com

Eeeeiiiiiitttttsssss, tapi jangan salah, gitu-gitu cerpenku akhirnya selesai juga loch, heee... Yah walaupun aku baru pertama kali membuat cerpen, walaupun menurutku ancur, tapi gtau kenapa, aku merasakan kepuasan sendiri di dalam bathinku.

Oya aku orangnya suka merenung, apalagi kalau lagi diperjalanan (www.gakadayangnanya.com). Di saat aku merenung,tiba-tiba aku mendapat ide untuk ditulis, inspirasiku menulis tentang apa ya???,,, jawabannya aku ingin menulis tentang kehidupan yang penuh dengan lika-liku. (Menurutku, sepertinya menarik).

Lagi-lagi di depan komputer, tapi terkadang di depan netbook, tapi buatku sama aja, yang penting tujuanku untuk menulis. Saking asyiknya menulis, aku sampe lupa waktu, waduh......Rasanya waktu cepat sekali berlalu, ingin sekali aku mengembalikan waktu tapi tak bisa. Oleh karena itu, kita harus berpacu dengan waktu. Kata orang barat nih "Times Its Money" dan di dalam Al-Qur'an Allah Swt berfirman yang artinya : " Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran " (QS. Al-Asr).

Kembali lagi ke inspirasiku menulis yuk ...... :-D ,,, akhirnya inspirasiku menulis artikel yang intinya berisi tentang kehidupan yang fana ini selesai juga. Senangnya hatiku.

Ngomong-ngomong tentang kehidupan, kayaknya menurutku tak ada kehidupan tanpa masalah deh. Setiap orang pasti punya masalah tersendiri, termasuk aku. Waktu itu aku ada masalah dengan temanku. Sampai-sampai aku hampir dibuat marah oleh temanku, lalu aku bingung untuk meredam kemarahanku gimana caranya ya ? karena aku gmau marah, itu yang kutanamkan ke dalam kepribadianku ( tumbuhan kali ditanam :-D). Aku mau curhat, bingung harus curhat ke siapa ? soalnya di sekolah akulah yang jadi tempat curhat. xixixixi, jadi maluuu....Curhat sama keluargaku, mereka pada sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. huft, jadi bt...

huh, dalam kondisi seperti ini, aku lebih baik menyendiri aja deh, mencari udara segar, dan melihat pemandangan yang indah. (Refresh otak dan pikiran sehingga akan menghasilkan suatu hal yang positif).
Tak lama kemudian, inspirasiku menulis datang lagi, aku berpikir mendingan aku curhat sama secarik kertas aja. Di dalam secarik kertas itu ku goreskan dengan pena emasku, perlahan-lahan aku keluarkan semua uneg-uneg dan kekesalan yang ada dalam diriku saat itu, beberapa saat timbullah ketenangan dan kesunyian di dalam jiwaku. Sampai aku selesai menulis. Aku merasa tak ada beban lagi yang mengganjal di hatiku. Apakah menulis bisa dijadikan terapi ? entahlah, aku tak tahu jawabannya, yang jelas yang aku rasakan adalah ketenangan bathin yang penuh dengan kedamaian dan suasana yang sejuk, semoga ini semua bisa mengantarkanku ke inspirasiku menulis berikutnya.

Sampai jumpa, salam sukses selalu.... ( Teruntuk siapa aja boleh, yang penting nulis, hehehe ^_^ )

Sabtu, 26 Maret 2011

Bangkit & Bersemangatlah !!!!

Allah Maha hidup. Ia senantiasa mengurusi hamba-hambaNya. Tidak satu pun makhluk yang terlewat dari perhatianNya. Setiap makhluk di jagat raya ini mendapatkan bagian yang terukur dariNya. Karena sejatinya, apa yang kita peroleh senantiasa berkesesuaian dengan keadaan kita. Allah tidak pernah sekali-kali berkehendak mendzalimi hamba-hambaNya dalam hal pemberian. Atas rasa sakit, atas rasa kehilangan atau mungkin atas rasa memiliki, atas rasa mencintai. Di setiap yang terjadi, di baliknya selalu ada hikmah yang mungkin sulit untuk dimengerti, dan mungkin bukan untuk saat ini bisa untuk dimengerti.

Terkadang rasa sakit terlebih dahulu menghampiri, karena ketika nikmat kebaikan datang, agar kita menyadari dan menjaga betapa besar nikmat kebaikan tersebut kita miliki. Dan ketika kita berjalan di jalan yang keliru, agar kita mensyukuri ketika berhasil menemui kebaikan yang sesungguhnya yang harus kita jaga dan tak kita lepas.

Melewati setiap kesulitan bukanlah hal yang mudah. Melalui setiap kesedihan juga bukan suatu hal yang mudah. Karena kadang membuat kita terpuruk dalam kesedihan yang tak dimengerti. Tapi Allah tak pernah membiarkan hambaNya terus dalam satu keadaan. Dia memperhatikan setiap langkahmu, Dia mengetahui setiap keluh kesahmu. Bahkan Dia tahu airmatamu. Allah juga tahu sekeras apa engkau berusaha dan melalui semuanya.

Setiap peristiwa yang dilihat dan dirasa, setiap suara yang didengar, merupakan bagian hidup yang telah diciptakan untuk kita sebagai sebuah kesatuan. Suara burung yang berkicau, langit yang berwarna kebiruan, cahaya matahari yang senantiasa menyinari, atau malam yang dihiasi bintang-bintang merupakan satu kesatuan yang tak terlepas dariNya untuk kita. Tak ada bunga yang mekar dan layu dengan kebetulan. Tak ada rasa sakit dan nikmat kebaikan yang datang secara kebetulan. Tak ada manusia yang lahir dan mati secara kebetulan. Semua bagian dari garis yang sudah tertulis sejak saat pertama kita diciptakan.

Allah tidak pernah menyia-nyiakan setiap usaha hambaNya yang berusaha dan istiqamah meraih ridhaNya. Allah juga tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang terus berusaha mengerti akan perjalanan hidup yang tergaris untuknya. Karena Allah akan berada dan memberi sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Dia tahu air matamu. Walau berat, walau sulit, karena semua sudah ada dalam kehendakNya. Kita hanya perlu menumbuhkan kesadaran untuk menerima bahwa itu dariNya dan untuk kebaikan kita.

BANGKIT DAN BERSEMANGATLAH !!!!

Dunia Kampus

Kampus adalah tempat menimba ilmu untuk anak kuliahan yang biasa disebut mahasiswa. Segala aktivitas sehari-hari yang menyangkut perkuliahan dilakukan disini, mulai dari belajar yang disesuaikan dengan jadwal mata kuliah, diskusi tentang suatu persoalan yang harus dipecahkan bersama, presentasi kelompok yang diselingi dengan tanya jawab, seminar yang diselenggarakan oleh jurusan, fakultas, maupun universitas, ikut berorganisasi, demonstrasi ( aksi mahasiswa ), dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan di kampus.

Dunia kampus sangat berbeda dengan dunia sekolah pada saat kita sd, smp, sma. mulai dari sistem pembelajarannya, metode belajarnya, program belajarnya, perlakuannya pun juga berbeda,dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Dikampus, kita dianggap sudah dewasa. Tau suatu hal yang baik, dan mana yang tidak, mengerti apa yang harus dilakukan untuk kebutuhannya , bisa memimpin diri sendiri dan bersifat mandiri serta harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah diamanatkan dan diembannya.

Jika kita masih sd, smp, maupun sma, kita masih dibimbing, diarahkan, diperhatikan oleh guru kita apabila ada sesuatu hal yang sedang dialami, misalnya : Apabila kita belum mengerti tentang pelajaran yang sudah diajari oleh guru, maka guru itu akan mengulas kembali bagian-bagian mana yang belum dipahami oleh siswanya, Apabila kita tidak masuk sekolah ( absen ), maka sudah menjadi tugas guru untuk mengawasi dan memperhatikan apa yang terjadi pada siswanya. Kalau dunia kampus, lo mau masuk mau nggak, itu semua ga masalah buat dosen, lo mau ngerti mau nggak mata kuliah gw, emang gw pikirin.  mau banyak absennya silakan, mau rajin juga silakan. so, ga ngefect deh. Dunia kampus dosen hanya sekadar sebagai fasilitator. Hanya memberi instruksi selebihnya terserah pada diri kita.

Di dalam kampus terdapat berbagai macam fakultas yang terdiri dari beberapa jurusan dan dibagi lagi menjadi prodi alias program studi. di kampus juga ada rektor ( kalau di sekolah jabatannya kepala sekolah x ya ), ada dekan ( kalau di sekolah ? ), ada perpustakaan di setiap jurusan loch ( norak deh, hehe ), ada juga namanya dosen pembimbing ( kalau di sekolah fungsinya kayak walikelas ), ada organisasi yang berfungsi sebagai wadah untuk menggali setiap potensi yang kita miliki ( kalau di sekolah kayak ekskul githuw ). Ooo iya,,,,di kampus itu juga sebagai tempat untuk mengeluarkan pendapat, menyalurkan minat & bakat, memberikan insprirasi uneg2, bisa bersosialisasi dalam ruang lingkup yang luas, berekspresi, menunjukkan talenta yang kamu punya, dan masih banyak lagi yang bisa kamu lakukan ( asal itu berguna & bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain ) dan juga kita juga bisa melakukan hal-hal yang positif seperti : menggalang dana untuk korban bencana alam, program peduli sahabat, saling tolong-menolong dan lain-lain.

Intinya siapapun kamu, apapun latar belakang kamu, jadilah diri kamu sendiri, temukan minat kamu di bidang apa ? lalu asah terus hal-hal yang kamu sukai sehingga menjadi potensi. apakah kamu sudah menemukannya ? itu semua tergantung dari dirimu. Dunia kampus, semoga aku bisa menjadi terbiasa dengan permainanmu. yang menguras otak, tenaga, dan pikiran, untuk terus berlatih dan berjuang, mengantarkanku pada mimpi-mimpiku demi masa depan. Semua akan terasa indah pada waktunya, semua akan terasa nikmat apabila mendapatkan kebahagiaan yang diawali dengan semangat, kerja keras, dan doa.

Kata Mutiara : " Bercita-citalah yang tinggi, bermimpilah yang besar, carilah ilmu sebanyak-banyaknya, belajarlah dari alam sekitarnya, resapilah kehidupan. Belajarlah dimana science, sastra, dan seni, diolah untuk mengubah peradaban, dan yang paling penting bukan berapa besar mimpi kalian, tapi, seberapa besar dirimu untuk mimpi  itu "

Bersyukur

Entah mengapa setiap hari aku selalu merasa bersyukur. Setiap saat aku mendapatkan pelajaran hidup yang tak ternilai harganya, Ada saja hal-hal yang membuat aku bersyukur atas karunia yang telah diberikan kepadaku.  Disaat menghadapi kesulitan, aku bersyukur, karena aku yakin dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Disaat menghadapi masalah, aku bersyukur, karena aku menuju pendewasaan untuk bisa menyelesaikan masalah di dalam kehidupan.
Disaat menghadapi ujian & cobaan, aku bersyukur, karena pada saat itulah dosa-dosa & kesalahan kita terhapus.

Disaat menghadapi kesenangan & kebahagiaan, aku bersyukur, karena aku yakin jika kita bersyukur, maka kesenangan & kebahagiaan yang diperoleh akan bertambah.

Disaat melakukan kebaikan, aku bersyukur, karena pada saat kita berbuat kebaikan pada orang lain, artinya kita berbuat baik pada diri sendiri.

Disaat aku dalam perjalanan, aku bertemu dengan seseorang yang buta, yang tetap semangat untuk berlajar di kampus, seseorang itu membuat aku tercengang, aku merasa bangga pada dirinya, & membuat aku bersyukur atas nikmat yang telah Allah swt berikan kepadaku, sekaligus memberi motivasi kepadaku serta pelajaran hidup. Coba bayangkan orang yang buta saja, dia rela berjalan untuk mencari ilmu di kampus, apalagi kita, yang normal. Seseorang itu membuat aku malu.

Disaat aku berada di rumah sakit, aku bersyukur, aku masih diberikan kesehatan jasmani & rohani.

Disaat aku melihat sel penjara, aku bersyukur, karena aku bisa bebas kemanapun yang aku mau tanpa tekanan apapun.

Disaat aku di rumah yatim piatu, aku bersyukur, karena aku masih memiliki orang tua.

Disaat aku berada di hamparan yang luas, melihat pemandangan yang indah, aku bersyukur, karena hal itu membuat bathinku bahagia.

Disaat aku sendiri, kebiasaanku adalah selalu merenung, tentang penciptaan alam semesta, tentang buat apa sich kita hidup ? apa sich tujuan hidup ? tentang kehidupan yang memiliki makna tersendiri di dalamnya.

Disaat aku bisa memberi suatu hal yang bisa bermanfaat untuk orang lain, aku bersyukur, karena hal itu adalah kepuasan bagi batinku.

Disaat aku merasa cepek & lelah setelah melakukan aktivitas seharai-hari, aku bersyukur, karena pada saat malam menjelang, waktu tidur telah tiba, aku bisa tertidur dengan lelap & nyaman, karena itu adalah sebuah kenikmatan.

Disaat aku melihat anak putus sekolah, aku bersyukur, karena aku masih bisa bersekolah.

Apabila kita bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta, maka nikmat yang kita peroleh akan bertambah.

Syukurilah apa yang kita miliki, bukan mencari apa yang tidak kita miliki.

Lihatlah ke bawah, banyak sekali orang-orang yang kelaparan, sulit belajar, dan lain sebagainya. 

Kamu, adalah orang yang sangat beruntung. Bersyukurlah. ^__^

Mengubah Impian Menjadi Kenyataan

Di dalam kehidupan ini, kita harus memiliki tujuan. Tujuan yang bisa memotivasi kamu untuk bisa menjalani hidup dengan penuh semangat dan mempunyai makna di dalam hidupmu. Ibarat kamu sedang mengemudi mobil, akan kamu bawa kemana mobil itu, apabila kamu memiliki tujuan yang jelas, kamu tidak akan kebingungan untuk terus melaju. Akan tetapi, apabila kamu tidak memiliki tujuan, maka kamu tidak ada arah dan tak pasti. Oleh karena itu, tentukan dari sekarang mau kemana kamu akan melangkah. Semua itu tergantung pada dirimu.

Suatu tujuan yang bisa dikatakan sebagai sebuah impian. Apa yang dimaksud dengan impian ? Impian adalah keinginan seseorang untuk menggapai sesuatu yang di impikan atau yang diharapkannya. Apa yang kamu impikan dalam hidup ini ? Fikirkanlah apa yang kamu inginkan dalam hidup ini ? Tulislah di dalam kertas dengan goresan tinta yang dapat mewarnai hidupmu.

Tulislah sesuka hatimu, bebaskan jiwa dan ragamu, ekspresikanlah dirimu, jangan membatasi diri, dan bayangkan bahwa kamu sedang melayang tinggi di udara dengan hati yang jernih, penuh kedamaian, kesejukan, yang akan membawa ketentraman di dalam hati setiap insan. Tulislah impianmu sebanyak yang kamu mau karena itu adalah hakmu.

Sisihkan satu buku untuk menulis impian kamu dan kamu juga bisa memberi judul buku itu dengan sebutan ’Dreams Book’. Hal ini bertujuan kalau suatu saat kamu down atau sedang tidak bersemangat, kamu bisa membuka Dreams Book itu yang berisi impian kamu sehingga kamu menjadi semangat dan termotivasi untuk bisa menggapai semua itu.

Jangan pernah kamu beranggapan bahwa semua hal itu mustahil, tidak akan pernah terjadi, dan tidak akan pernah terwujud. Dalam hidup ini, tak ada yang mustahil, semua bisa saja terjadi asalkan kamu sungguh-sungguh mencapainya. Percayalah....

Apabila kamu sudah menulis impian kamu, yang kamu lakukan adalah berusaha untuk mewujudkannya. Bagaimana cara mewujudkannya ? Mewujudkan suatu impian tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, juga tidak sulit apabila kamu benar-benar ingin mencapainya.

Hidup ini tidak ada yang serba instan, semua itu membutuhkan usaha dan kerja keras. Semua harus diraih dengan penuh perjuangan dan pengorbanan serta yang terpenting adalah proses dalam pencapaian mimpi-mimpimu.

Di dalam prosesnya, akan ada tantangan yang menerpa, rintangan yang menghadang, hambatan yang menghalangi, dan hal-hal yang harus kamu lewati.
Namun, jangan khawatir. Dengan berbekal kesungguhan dan semangat juang yang tinggi, kamu pasti bisa melakukannya.

            Apabila dalam pencapaian, kamu sudah berusaha dan bekerja keras, akan tetapi hasilnya nihil. Cobalah untuk mengintrospeksi diri. Apakah di dalam usahamu ada suatu hal yang tertinggal ? Apakah kamu sudah berdoa ? Apakah kamu sudah berikhtiar dan bertawakal ? Apakah kamu sudah melakukannya secara continyu ? Apabila tidak ada satu pun yang tertinggal, maka jangan pernah menyerah.

            Apabila kamu merasa bosan dan tak tau harus berbuat apa, dekatilah orang-orang yang kamu cintai, pergilah ke suatu tempat yang kamu sukai, lakukanlah hal yang bermanfaat, dan merenunglah. Hal itu akan membuat kamu bersemangat lagi.

Ayoo, tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang tentukan dan tetapkan impian kamu, setelah itu berusahalah untuk mewujudkannya sehingga mimpimu bukan sekadar impian akan tetapi menjadi kenyataan. ^_^
 

Mutiara Hikmah © 2008. Design By: SkinCorner